KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bergerak cepat membentengi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari ancaman kejahatan finansial digital. Menggandeng OJK DIY, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan KISI Sekuritas, Pemkab menggelar Seminar Literasi Pasar Modal bertajuk “Investasi Aman, Mudah, Terjangkau melalui Reksadana” di Aula Adikarta, Selasa (23/6/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari Roadmap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kulon Progo 2026–2030. Pada fase pertama, edukasi difokuskan bagi ASN nonguru untuk mengikis gaya hidup konsumtif sekaligus memutus mata rantai jeratan judi online hingga trading bodong.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi agar ASN memahami mekanisme investasi yang sah, legal, dan aman, serta terhindar dari praktik ilegal yang merugikan,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Kulon Progo, Ari Fitriani.
Artikel Terkait
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono yang membuka acara secara resmi, menantang para ASN untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat, bukan sekadar teori. Konsistensi dalam berinvestasi dapat dijaga walaupun dimulai dengan nominal kecil.
“Jadikan literasi ini semacam kompas agar kita tidak mudah tersesat pada janji-janji manis investasi yang tidak bertanggung jawab,” tegas Triyono.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK OJK DIY, Rinto Setyo, memaparkan data bahwa inklusi pasar modal nasional masih sangat rendah, baru menyentuh angka 1,34 persen di tahun 2025. Untuk itu, OJK membekali para peserta dengan rumus legal dan logis.



















