KULON PROGO – Kejuaraan Arung Progo 2025 yang diikuti 31 tim dari enam provinsi ditutup Minggu (23/11/2025). Kejuaraan ini menegaskan posisi Kulon Progo sebagai destinasi sport tourism berbasis sungai.
Kejuaraan arung jeram tingkat nasional yang digelar Dinas Pariwisata Kulon Progo dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY ditutup Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di kawasan wisata Gerbang Samudera Raksa, Kalibawang. Kompetisi ini berlangsung selama empat hari dari 20–23 November 2025.
Para peserta berlaga di berbagai kelas arung jeram dengan rute Sungai Progo, sekaligus mempromosikan potensi wisata petualangan Kulon Progo sebagai destinasi unggulan berbasis alam.
Artikel Terkait
Ketua Panitia, Agus Langgeng Basuki, melaporkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Penyelenggara telah menyepakati pola pelaksanaan jangka panjang, yakni tahun ganjil untuk kompetisi tingkat nasional dan tahun genap untuk tingkat internasional.
“Tahun 2026 kami targetkan kembali menggelar tingkat internasional. Tahun 2024 sudah terlaksana dengan kehadiran peserta dari Malaysia,” ujarnya.
Langgeng yang juga Ketua FAJI DIY ini mendorong percepatan pembentukan Pengcab FAJI Kulon Progo, mengingat wilayah tersebut menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan arung jeram.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menegaskan sport tourism memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Ketika ada event, UMKM menjadi hidup, penginapan terisi, dan perputaran ekonomi bergerak. Ini yang kita harapkan untuk membuat Kulon Progo semakin maju,” katanya.
Kompetisi Arung Progo 2025 menjadi momentum bagi Kulon Progo untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism berbasis sungai dan alam, sekaligus menjadi wadah pengembangan prestasi atlet serta penggerak ekonomi lokal.



















