KULON PROGO – Sebanyak 245 peserta dari enam provinsi mengikuti Arung Progo Festival 2025 yang dibuka di Gerbang Samudra Raksa, Banjaroyo, Kalibawang, Kamis (20/11/2025). Para atlet arung jeram bersiap menaklukkan arus deras sungai, memadukan adrenalin, strategi, dan kebersamaan, sekaligus mempromosikan potensi wisata olahraga air Kulon Progo.
Event ini mempertemukan pecinta arung jeram dari berbagai daerah dan digelar hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY.
Ketua Umum FAJI DIY, Agus Langgeng Basuki mengatakan, festival kali ini digelar skala nasional karena memasuki tahun ganjil.
Artikel Terkait
“Tercatat 245 peserta dari enam provinsi, yaitu DIY, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta,” ujarnya.
Festival menampilkan berbagai kategori lomba, termasuk Regional Rafting Race, National Rafting Race, Kayak Race, Riverboarding Race, serta kategori baru Open Water Rescue Competition, yang jarang dilombakan di daerah lain.
Langgeng menambahkan, terdapat perubahan rute untuk menyesuaikan kondisi Sungai Progo yang debit airnya cukup tinggi akibat curah hujan beberapa waktu terakhir. Jika biasanya titik awal di GSR, kini start berada di Wisata Balong Magelang dan garis akhir di GSR.
“Perubahan ini penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta,” kata Langgeng.
Ketua Panitia Mulhendra menjelaskan, rangkaian festival berlangsung hingga Minggu (23/11/2025) dan akan ditutup dengan Arung Progo Festival Run sejauh lima kilometer. Selain lomba, festival juga diisi dengan pelatihan dan promosi potensi lokal, yang sejalan dengan empat pilar FAJI: prestasi, pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kebencanaan SAR.
Plt Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman, menekankan pentingnya festival ini untuk mempromosikan wisata olahraga air di Kulon Progo.
“Para peserta akan memperebutkan Piala Sri Sultan Hamengku Buwono X serta hadiah uang tunai. Kami berharap cuaca tetap bersahabat selama empat hari ke depan,” ujarnya.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan potensi Sungai Progo sebagai destinasi olahraga dan pariwisata andalan Kulon Progo.



















