Awal 2026, Petani Jateng–DIY Tersenyum Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi

Sayoto Ashwan

Pupuk Bersubsidi. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Kabar baik mengawali tahun 2026 bagi para petani di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak awal tahun, petani sudah dapat menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk berjalan lancar guna mendukung kegiatan tanam petani.

Petani asal Kabupaten Purworejo, Sarino, anggota Kelompok Tani Tani Mukti, mengaku telah menebus pupuk bersubsidi di Kios Puji Harsono, Kecamatan Kutoarjo. Ia menebus pupuk jenis Urea dan NPK Phonska, masing-masing satu sak dengan berat 50 kilogram.

Penebusan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp90.000 untuk pupuk Urea dan Rp92.000 untuk NPK Phonska. Harga tersebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan harga sebelumnya.

“Ini sangat membantu kami yang ingin langsung mulai tanam di awal tahun. Saya sudah menebus pupuk sejak awal 2026,” ujar Sarino.

Hal serupa juga dirasakan petani di Kabupaten Kulon Progo, Ibnu Sugeng Ridho, petani jagung asal Kecamatan Sentolo, mengatakan telah menebus pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska di Kios Tumarindo Tani untuk memenuhi kebutuhan tanam jagungnya.

“Sudah bisa ditebus sejak kemarin. Pupuk ini memang sangat dibutuhkan untuk tanaman jagung,” katanya.

General Manager (GM) 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Ihwan, menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menyalurkan pupuk bersubsidi sejak hari pertama tahun 2026. Penyaluran tidak hanya berlangsung di Purworejo dan Kulon Progo, tetapi juga di berbagai daerah lain di Jawa Tengah dan DIY.

Menurut Ihwan, kemudahan penebusan pupuk bersubsidi tidak terlepas dari penerapan sistem digital iPubers yang telah diterapkan di seluruh kios resmi.

“Melalui sistem iPubers, petani terdaftar cukup membawa KTP untuk menebus pupuk sesuai alokasi dan harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton untuk sektor pertanian, sama seperti tahun sebelumnya. Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan mencapai 295.676 ton.

Ihwan menegaskan, pupuk bersubsidi sektor pertanian hanya dapat ditebus oleh petani yang terdaftar dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Kementerian Pertanian. Adapun pembudidaya ikan harus terdaftar dalam Elektronik Rencana Penyediaan dan Penyaluran Subsidi Pupuk (e-RPSP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Ketersediaan pupuk sejak awal tahun diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Ihwan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

42 Narapidana di Rutan Kelas IIB Wates Terima Remisi

KULON PROGO – Sebanyak 42 orang Narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates, mendapatkan remisi khusus pada hari raya ...

NewsPariwisata

Duka di Hari Lebaran, Ditinggal Salat Id Istri Petani di Galur Tewas Terbakar

KULON PROGO – Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Sumarjo, warga Gupit, ...

News

Polsek Kalibawang Ungkap Kasus Curanmor, 2 Residivis Ditangkap

KULON PROGO – Jajaran Reskrim Polsek Kalibawang berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Banjararum, Kalibawang pada ...

Ekbis

PT Sung Chang Indonesia Bagikan THR Rp3,3 Miliar

KULON PROGO – PT Sung Chang Indonesia (SCI) membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada ribuan pekerja yang ada di Kulon ...

News

Potret Toleransi di Kulon Progo, Bupati Temui Umat Hindu Jelang Hari Raya Nyepi

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Bumi Menoreh. Bupati Kulon Progo ...

News

79 Tahun Kalurahan Sentolo: Merawat Tradisi dan Budaya dalam Kehidupan Masyarakat

KULON PROGO – Puncak Peringatan hari ulang Tahun (HUT) Kalurahan Sentolo digelar dengan upacara di lapangan SD N 2 Sentolo, ...

Tinggalkan komentar