Bakesbangpol Sleman Gandeng Pelajar SMA Redam Potensi Kejahatan Jalanan dan Bencana Sosial

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Puluhan pelajar di mengikuti edukasi pencegahan kejahatan jalanan dan bencana sosial di Sleman, Rabu (26/8/2026). (foto: istimewa)

SLEMAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman membekali puluhan pelajar tingkat SMA dengan pemahaman mitigasi bencana sosial guna menekan aksi kejahatan jalanan dan menjaga kondusivitas sektor pariwisata di DIY, Rabu (26/8/2026). Para pelajar dipandang perlu sebagai agen peredam kejahatan jalanan dan bencana sosial.

Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Bagus Jalu Anggara, menegaskan bahwa kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kriminalitas jalanan berisiko meluas menjadi bencana sosial jika tidak ditangani secara menyeluruh sejak dini.

Menurut Bagus, persepsi rasa aman menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan iklim wisata dan roda perekonomian di DIY. Jika kejahatan jalanan ini semakin marak dan menimbulkan ketakutan, ada kemungkinan wisatawan dari luar kota takut berkunjung ke DIY. Dampaknya pariwisata menurun, dan roda ekonomi ikut terganggu.

“Inilah kenapa kejahatan jalanan menjadi salah satu ancaman gangguan sosial yang bisa berdampak pada bencana sosial,” jelas Bagus.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, serta unsur relawan ini diarahkan untuk memperkokoh benteng ketahanan sosial sekaligus mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar dan destinasi wisata yang aman.

Agenda pencegahan tersebut diselenggarakan Bakesbangpol Sleman bersama Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman, Polda DIY, dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dengan melibatkan peserta dari sejumlah SMA negeri serta swasta di bawah naungan Muhammadiyah.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman, Yoga Nugraha Utama, menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar ditujukan agar generasi muda tidak sekadar menjadi target penyuluhan, melainkan bertransformasi menjadi agen peredam konflik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Salah satu penopang PAD di DIY pada umumnya adalah sektor pariwisata. Ketika ancaman bahaya secara sosial mulai eskalatif, ini menjadi keprihatinan bersama. Harapan kami, kebencanaan secara sosial ini tidak mempengaruhi sektor pariwisata dan roda ekonomi,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Bakesbangpol Sleman Gandeng Pelajar SMA Redam Potensi Kejahatan Jalanan dan Bencana Sosial

SLEMAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman membekali puluhan pelajar tingkat SMA dengan pemahaman mitigasi bencana sosial ...

News

Tak Cukup Sekadar Bantuan, Kolaborasi dan Wirausaha Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Kulon Progo

KULON PROGO – Pengentasan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyalurkan program bantuan sosial, melainkan menuntut kolaborasi lintas sektor serta ...

Pariwisata

Akses Baru Menuju Debur Ombak Trisik, Jembatan Nglinggan Kembali Kokoh Membentang

KULON PROGO – Deru angin pesisir selatan menyambut derap langkah rombongan di atas aspal mulus yang masih anyar. Di bawah ...

Ekbis

Percepat Layanan Publik dan Efisiensi Energi, Pemkab Kulon Progo Gandeng BRI Wates

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor ...

News

Pesta Rakyat di Kulon Progo Saat Ribuan Warga Menyatukan Langkah dalam Semarak Merdeka

KULON PROGO – Matahari Sabtu (22/8/2026) pagi belum terlalu tinggi, tetapi aspal di sekeliling Alun-Alun Wates sudah riuh oleh derap ...

News

Panen Melon Merdeka di Giripeni, Perkuat Kemandirian Pangan dan Rangkul Petani Milenial

KULON PROGO – Lumbung Mataraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, menggelar panen raya bertajuk “Panen Melon ...

Tinggalkan komentar