BPOB Dorong Jalan Plono–Nglinggo Jadi Penggerak Wisata dan Ekonomi

Sayoto Ashwan

Direktur BPOB Agustin Peranginangin menyerahkan cinderamata kepada Sekda Kulon Progo Triyono saat audiensi terkait Jalan Plono-Nglinggo, Selasa (26/1/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) mendukung peningkatan akses Jalan Plono–Nglinggo sebagai jalur strategis yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kulon Progo, khususnya di wilayah utara. Akses jalan akan berdampak langsung terhadap ekonomi warga.

“Jalur Plono–Nglinggo ini bukan sekadar jalan, tetapi penghubung antarwilayah dan penggerak aktivitas ekonomi warga,” ungkap Direktur Utama BPOB, Agustin Peranginangin saat audiensi dengan Pemkab Kulon Progo, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, peningkatan aksesibilitas menjadi kunci agar potensi wisata alam dan budaya di kawasan perbukitan Menoreh dapat lebih mudah dijangkau wisatawan. Jalur dari Pasar Plono menuju Nglinggo hingga kawasan Otorita Borobudur dinilai sangat strategis untuk memperkuat konektivitas pariwisata lintas daerah, termasuk dengan Kabupaten Purworejo.

Pengembangan kawasan ini sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga ketahanan pangan, mengingat wilayah tersebut juga menjadi kawasan pertanian produktif. Rencana awal sepanjang enam kilometer, kini difokuskan menjadi 3,4 kilometer.

“Satu kilometer sudah terbangun, dan ini menjadi langkah awal yang penting,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono mengakui ada sejumlah tantangan dalam pembangunan akses Plono–Nglinggo, khususnya administrasi pertanahan. Dari 69 sertifikat, sebagian besar sudah terbit. Namun masih ada beberapa yang perlu diselesaikan.

“Kami berharap ke depan ada solusi bersama dengan BPN agar proses ini dapat segera tuntas,” kata Triyono.

Pembangunan jalan ini, dari total rencana pembangunan 3,4 kilometer, baru satu kilometer yang terealisasi. Pemkab Kulon Progo telah mengajukan proposal lanjutan untuk pembangunan sisa 2,4 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp58 miliar.

“Medannya memang cukup berat karena harus memotong tebing-tebing curam. Namun kami berharap proyek ini dapat terus berlanjut agar akses YIA–Borobudur benar-benar terwujud,” jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Sensus Ekonomi 2026, BPS Terjunkan 637 Petugas untuk Potret Ekonomi Kulon Progo

KULON PROGO – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga ...

News

Prof Maman Abdurrahman Wafat, Haedar Nashir: Almarhum Aktif Berjuang Memajukan Islam

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof Maman Abdurahman yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan ...

Tokoh

Gubernur DIY Sri Sultan: Terapkan Pengawasan Ganda Pengelolaan Keuangan

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda DIY) akan memperketat benteng transparansi anggaran di era digital. Nantinya akan aditerapkan standar pengawasan ganda ...

News

Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kulon Progo Gelar Sarasehan bersama Kader dan Gen Z

KULON PROGO – DPC PDI Perjuangan Kulon Progo menggelar sarasehan dan doa bersama dalam rangka Bulan Bung Karno di kantor ...

News

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kulon Progo Gelar Aksi Donor Darah Kemanusiaan

KULON PROGO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Aula Bhara ...

News

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Penjual Miras Ilegal di Bantul

BANTUL – Polres Bantul berhasil membongkar praktik penjualan minuman keras (miras) secara illegal. Kasus ini terbongkar setelah anggota polisi menyamar ...

Tinggalkan komentar