KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan kerja Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026. Sebanyak 1 pejabat lintas kementerian ini diterima Asisten III Setda Kulon Progo, di Ruang Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (5/8/2026).
Para peserta merupakan pimpinan tinggi yang berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perpustakaan Nasional, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Komisi Pemberantasan Korupsi, Sekretariat Jenderal DPR RI, serta perwakilan dari Pemkab Halmahera Tengah, Pemkab Kepahiang, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkot Jambi, dan Pemprov Kepulauan Riau.
Eko Wisnu Wardhana menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam menghadapi dinamika global, khususnya pada sektor ketahanan pangan, air, dan energi. Tujuan dari kegiatan VKN ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori kepemimpinan dengan praktik nyata penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
Artikel Terkait
“Kabupaten Kulon Progo terus membangun tata kelola pemerintahan yang berpijak pada tiga prinsip utama, yakni pemerintahan yang kolaboratif, berbasis data, dan inovatif,” katanya.
Khusus di bidang pangan, Pemkab Kulon Progo konsisten memperkuat sektor pertanian melalui penguatan kelembagaan petani, efisiensi irigasi, dan keberlanjutan lahan yang terintegrasi dengan konservasi sumber daya air serta pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Widyaiswara Ahli Utama Bappenas Setia Budi mengapresiasi tinggi atas penerimaan jajaran Pemkab Kulon Progo. Kabupaten Kulon Progo dipilih sebagai salah satu lokus visitasi karena memiliki karakteristik yang sangat relevan dengan tantangan daerah saat ini, di mana praktik baik tata kelola pemerintahan, pengelolaan pangan dan air, serta kolaborasi lintas sektor di wilayah ini menjadi bahan pembelajaran strategis bagi para peserta PKN II dalam merumuskan policy brief skala nasional.
Kesan positif juga disampaikan oleh perwakilan peserta PKN II Angkatan XVII, Amran, yang mengagumi tata kelola kebersihan, pengembangan sektor pertanian, hingga integrasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kulon Progo. Seluruh rangkaian kegiatan VKN ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi interaktif bersama jajaran perangkat daerah, serta peninjauan lapangan guna menggali data pendukung rumusan kebijakan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.



















