DLH Kulon Progo dan Bapas Yogyakarta Sepakat Tangani ABH dengan Sanksi Sosial Berbasis Lingkungan

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Kepala DLh Kulon progo Duana Heru S bersama dengan Kepala Bapas yogyakarta Galih Rakasiswa menunjukan surat perjanjian kerja sama penanganan ABH di Kulon Progo, Selasa (27/7/2026). (Foto: istimewa)

KULON PROGO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo resmi menjalin kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta sepakat melaksanakan kerja sama dalam penanganan anak berhadapan hukum (ABH). Nantinya sanksi pidana sosial akan dilaksanakan di Kulon progo berbasis kelestarian alam dan lingkungan.

Langkah sinergis ini diambil sebagai wujud penyesuaian dan dukungan terhadap implementasi ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, yang menekankan pemidanaan lebih humanis dan berbasis pembinaan karakter.

Kerja sama ini ditandatangani Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi dan Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta, yang berlaku selama satu tahun dan terbuka untuk diperpanjang.

Menurut Galih, pemidanaan kerja sosial difokuskan pada pemulihan dan kontribusi nyata kepada masyarakat, bukan penjatuhan stigma. Pidana kerja sosial bukan hukuman yang bersifat memaksa atau memberikan stigma, melainkan media pembelajaran agar peserta dapat memberikan kontribusi nyata.

“Kami mengapresiasi DLH Kulon Progo yang siap menjadi wadah pembinaan berbasis lingkungan,” ujar Galih.

Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta menyambut positif kolaborasi ini. Ia meyakini bahwa interaksi langsung dengan alam dapat melatih disiplin, gotong royong, dan rasa tanggung jawab para peserta.

Menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kerja sama ini, peserta akan dilibatkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memulihkan karakter mereka untuk kembali ke masyarakat.

“Peserta nantinya akan dilibatkan dalam berbagai program kelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon dan penghijauan kawasan, aksi bersih sungai, pantai, taman, dan ruang publik hingga pemilahan serta pengomposan sampah organik,” katanya.

Tindak lanjut dari kerja sama ini, Bapas akan menginventarisasi kebutuhan, menyediakan pembimbing kemasyarakatan, dan menjamin keamanan selama kegiatan. Sedangkan DLH Kulon Progo akan memfasilitasi lokasi, memberikan dukungan sarana dan prasarana, serta membantu pengawasan teknis. Detail pelaksanaan akan diatur dalam Rencana Kegiatan (RK) dengan evaluasi berkala minimal enam bulan sekali.

Bapas Kelas I Yogyakarta tertarik untuk mempelajari pengelolaan sampah organik melalui budidaya magot (Black Soldier Fly). Pegawai Bapas nantinya akan dilatih agar materi yang ada bisa ditularkan kepada warga binaan pemasyarakatan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar