KULON PROGO – Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) memeringati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan menggelar sarasehan di Omah Penthoel Art Space, Pengasih, Senin (9/2/2026). Mengusung tema Pers Sehat, Budaya Kuat, Ekonomi Berdaulat, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan pelaku budaya dalam menjaga jati diri daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Peringatan HPN tahun ini dikemas dengan nuansa seni dan budaya melalui penampilan tari tradisional dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PWK, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulon Progo dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi peduli lingkungan berupa penebaran benih ikan tawes dan wader di Sungai Serang, dilanjutkan penanaman berbagai bibit pohon produktif seperti nangka, mangga, alpukat, rambutan, durian, dan jambu. Selain itu, juga dibagikan paket smebako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi.
Artikel Terkait
Sebelumnya PWK bersama BAZNAS Kulon Progo juga telah melaksanakan bakti sosial rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi empat penerima manfaat di wilayah Kulon Progo.
Ketua PWK, Asrul Sani menyampaikan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi, mulai dari Pemkab Kulon Progo, Dinas Kebudayaan, Dinas Kominfo, BAZNAS Kulon Progo, InJourney Airports, KAI Daop V, PT Railink (KA Bandara), hingga unsur terkait lainnya. Hal ini menjadi bukti keberadaan pers bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan eksistensi PWK semakin memberi kontribusi nyata bagi Kabupaten Kulon Progo,” ujar Asrul.
Secara nasional, peringatan HPN 2026 mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Sementara di Kulon Progo dipertegas dengan Pers Sehat, Budaya Kuat, Ekonomi Berdaulat.
“Kebudayaan kami angkat sebagai pondasi. Identitas budaya yang kuat akan menopang pergerakan ekonomi daerah,” tegasnya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, berpesan agar pers tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan menjadi benteng melawan hoaks.
“Pers harus berpijak pada kepentingan masyarakat dan menyampaikan berita sesuai fakta dan kenyataan,” kata Ambar.
Sarasehan ini menghadirkan nara sumber, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DIY Ribut Raharjo, serta budayawan dan akademisi UNY Prof Suminto A Sayuti yang membaedah peran strategis media dalam menjaga stabilitas daerah dan mendorong penguatan budaya lokal sebagai penggerak ekonomi.
Dalam rangkaian kegiatan ini juga diluncurkan Kalender Event Kebudayaan Kulon Progo Tahun 2026. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kebudayaan dan pariwisata.



















