KULON PROGO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-DIY menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2025 di RM Bu Baha, Temon, Rabu (17/12/2025). Pertemuan ini untuk koordinasi dan sinergi antar daerah menjelang penghimpunan dan penyaluran zakat di bulan Ramadhan.
Rakorda ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan program BAZNAS kabupaten/kota se-DIY, khususnya dalam memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS Provinsi DIY, Pujiastuti, mengatakan, Rakorda sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh BAZNAS daerah dalam menghadapi dinamika pengelolaan zakat menjelang Ramadan. Biasanya terjadi peningkatan signifikan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.
Artikel Terkait
“Rakorda ini menjadi ruang diskusi untuk memastikan kesiapan dan keseragaman langkah,” jelasnya.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan, BAZNAS memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema bantuan pemerintah. Kepercayaan publik terhadap BAZNAS harus dijaga melalui tata kelola yang terbuka dan bertanggung jawab.
“BAZNAS adalah wadah strategis dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara transparan dan akuntabel,” ujar Agung.
Agung mengatakan, penyaluran bantuan harus tepat sasaran. Baznas harus berperan aktif dan mendekati warga yang benar-benar membutuhkan.
“Sering kali mereka yang paling membutuhkan justru tidak menyampaikan. BAZNAS harus hadir dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Alfanuha Yushida, berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi dan membawa keberkahan dalam pengelolaan zakat di DIY. Melalui Rakorda 2025 ini, BAZNAS se-DIY diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah umat serta mampu memperluas manfaat zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di DIY.



















