Jajanan Alwa Belum Ada Sertifikasi Halal, Mahasiswa UNY Sambangi Kemenag Kulon Progo

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Sejumlah mahasiswa UNY mendatagi Kantor Kemenag Kulon Progo untuk diskusi terkait sertifikasi halal bagi pedagang di Alwa. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Keberadaan label halal pada jajanan di Alun-Alun Wates (Alwa) memantik daya kritis generasi muda. Sekelompok mahasiswa Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memutuskan mendatangi Kantor Kementerian Agama Kulon Progo untuk membedah isu strategis seputar sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal, Senin (8/6/2026) siang.

Aksi jemput bola para mahasiswa ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) Balai PJPH Provinsi Jawa Tengah, Gerina Indra Pratiwi.

“Kami sangat mengapresiasi kepekaan kritis para mahasiswa UNY yang mengangkat isu sertifikasi halal berdasarkan temuan mereka di lapangan, seperti di Alwa,” ujar Gerina.

Gerina membeberkan strategi masif yang terus digencarkan pemerintah. Mulai dari sosialisasi lapangan rutin dua minggu sekali, gerakan Kick Off Wajib Halal Oktober (WHO) di pasar tradisional, hingga kolaborasi lintas sektoral.

Terkait masih minimnya pemahaman pedagang tentang skema sertifikasi halal gratis (SEHATI), Gerina menegaskan pihaknya sudah menyiapkan benteng pendampingan. Proses pengajuan dari awal hingga terbit sertifikat dikawal penuh oleh Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Langkah ini diperkuat lewat sinergi data UMKM bersama Dinkop UKM, Dinkes, Dinas Perdagangan, hingga DPMPTSP Kulon Progo.

Tantangan terbesar saat ini adalah memacu keaktifan para P3H di lapangan. Terlebih, kuota fasilitasi gratis SEHATI untuk wilayah DIY kini kian menipis, hanya menyisakan 4.763 kuota saja.

Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menegaskan, jajarannya tidak tinggal diam. Mereka menyiagakan jaringan pendamping PPH aktif di setiap Kantor Urusan Agama (KUA).

“kami juga membuka layanan konsultasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kulon Progo agar masyarakat makin mudah mengakses informasi,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Ahmad memuji keterbukaan Kemenag Kulon Progo. Sejak pengajuan surat hingga sesi wawancara, mereka disambut hangat dan dipertemukan langsung dengan narasumber berkompeten, sehingga seluruh pertanyaan kritis mereka terjawab tuntas.

Rekomendasi Untuk Anda

News

526 Santri TPA Ikut Festival Anak Sholeh Indonesia Rayon Nanggulan

KULON PROGO – Sebanyak 526 santri memeriahkan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Rayon Nanggulandi SMKN 1 Nanggulan, Ahad ...

News

Pemkab Kulon Progo Gandeng UNY Buka Program S2 RPL, ASN Bisa Raih Magister dalam 1 Tahun

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo resmi menggandeng Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk menyelenggarakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau ...

News

Komnas HAM dan Pemkab Kulon Progo Evaluasi Pelaksanaan MBG

KULON PROGO – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bertemu dengan Pemkab Kulon Progo untuk mengevaluasi tata kelola pelaksanaan ...

News

Jembatan Garuda Kalijaran Diresmikan, Akses Utama Petani di Jatisarono

KULON PROGO – Jembatan Garuda Kalijaran yang menghubungan Padukuhan Jatingarang Lor dan Bejaten di Kalurahan Jatisarono, Nanggulan diresmikan, Kamis (23/7/2026). ...

News

Kebakaran di Panjatan, Polisi Sebut Api dari Tungku Kayu Bakar

KULON PROGO – Bangunan dapur milik Rohmat (46) warga Padukuhan 7, Kalurahan Cerme, Panjatan, ludes terbakar, Kamis (23/7/2026). Api diduga ...

News

KPU Kulon Progo Tinjau Ulang Standar Pelayanan Publik Lewat Forum Konsultasi Publik

KULON PROGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) guna meninjau ulang sekaligus menyusun ...

Tinggalkan komentar