Jembatan Garuda Kalijaran Diresmikan, Akses Utama Petani di Jatisarono

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Jembatan Garuda Kalijaran yang berada di Jatisarono, Nanggulan resmi diresmikan wabup Ambar Purwoko, Kamis (23/7/2026). (Foto: istimewa)

KULON PROGO – Jembatan Garuda Kalijaran yang menghubungan Padukuhan Jatingarang Lor dan Bejaten di Kalurahan Jatisarono, Nanggulan diresmikan, Kamis (23/7/2026). Jembatan yang berada di atas aliran Sungai Kalijaran ini sangat dibutuhkan warga sebagai akses utama ke sawah dan pusat perekonomian.

Sebelum ada jembatan gantung ini, petani untuk menuju lahan pertanian harus memutar sejauh tiga hingga empat kilometer. Jembatan ini mampu membuka akses langsung warga ke sekitar 200 hektare lahan pertanian warga.

“Sebelum ada jembatan warga kesulitan untuk membawa hasil panen apalagi saat musim penghujan karena debit air sungai naik,” kata Dukuh Jatingarang Lor, Wahyu Basuki.

Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan dieksekusi TNI Angkatan Darat melalui Kodam IV/Diponegoro bersama warga setempat secara gotong royong. Peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini telah dimulai sejak 31 Maret 2026.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin mengatakan, Jembatan Garuda di Jatisarono ini merupakan satu dari 53 titik jembatan perintis di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang diresmikan bersama. Kodam IV/Diponegoro menargetkan pembangunan 313 jembatan di wilayah DIY dan Jateng, di mana 101 titik telah diresmikan sebelumnya.

“Kami TNI berasal dari rakyat, niat kami tulus dan ikhlas membantu Bapak-Ibu sekalian untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Achiruddin dalam sambutan secara daring.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, memberikan apresiasi atas sinergi TNI dari tingkat Kodam, Korem, hingga Kodim yang telah merealisasikan infrastruktur vital bagi masyarakat desa tersebut.

“Hadirnya Jembatan Garuda ini sangat memudahkan akses masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil-hasil pertanian lokal,” ungkap Ambar.

Dandim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma menambahkan, seluruh proses pembangunan mengedepankan keterlibatan warga padukuhan sekitar untuk memperkuat akses transportasi antarwilayah. Dalam rangkaian peresmian ini juga diserahkan bantuan sembako bagi kaum dhuafa serta anak yatim piatu di sekitar lokasi bekerja sama dengan BAZNAS Kulon Progo.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar