KULON PROGO – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan kuliah kerja nyata di Padukuhan Potrowangsan, Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo berhasil menyulap limbah sabut kelapa menjadi pot bunga cantik. Selain lebih bermanfaat, pot ini juga memiliki peluang usaha.
Salah satu mahasiswa, Bayu Putra Dharma mengatakan, pembuatan pot serabut kelapa dilatarbelakangi banyaknya limbah serabut kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Serabut kelapa selama ini hanya dianggap sebagai limbah, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.
“Di Potrowangsan banyak serabut kelapa yang belum dimanfaatkan. Dari situ muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi pot tanaman yang ramah lingkungan dan mudah dibuat oleh masyarakat,” ujar Bayu, Senin (2/2/26).
Artikel Terkait
Pot dari serabut kelapa memiliki keunggulan dibandingkan pot plastik karena bersifat biodegradable, lebih ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan tanaman. Produk ini juga memiliki membuka peluang usaha kecil berbasis rumah tangga.
“Harapannya pot ini bisa dipasarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ricki Dwi Erlangga mengatakan, pembuatan pot diawali pemilihan serabut kelapa yang kering dan bersih, kemudian direndam agar teksturnya lebih lentur dan mudah dibentuk. Setelah itu, serabut disusun pada cetakan atau rangka kawat sesuai bentuk pot yang diinginkan. Serabut yang sudah dibentuk kemudian dipadatkan dan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.
“Setelah kering, pot siap digunakan sebagai media tanam,” jelas Ricki.
Pot serabut kelapa memiliki pori-pori alami yang baik untuk sirkulasi udara dan air, sehingga mendukung pertumbuhan akar tanaman dengan lebih optimal.



















