KULON PROGO – Annual Art 2025 yang menampilkan karya 50 anak perupa Kulon Progo resmi ditutup, Senin (24/11/2025). Pada kesempatan ini, Dinas Kebudayaan meluncurkan Program Sigro Mentas dan Sambang Rowang untuk pemberdayaan seni di wilayah kalurahan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, mengapresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pameran lukis anak pertama dalam rangkaian Annual Art ini. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda.
“Biasanya pameran menampilkan karya para seniman profesional, tetapi tahun ini kami memberi panggung bagi anak-anak,” katanya.
Artikel Terkait
Tema ‘Jangan Injak Anak Tangga’ kami maknai sebagai pesan untuk melindungi dan tidak mematikan kreativitas anak,” ungkapnya. Pameran yang didanai melalui Dana Keistimewaan 2025 ini melibatkan 50 anak perupa, masing-masing menampilkan dua karya. Hingga penutupan, lebih dari 700 pengunjung tercatat hadir dari berbagai sekolah dan masyarakat umum.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Kebudayaan mengumumkan peluncuran Program Sigro Mentas dan Sambang Rowang untuk pemberdayaan kebudayaan tingkat kalurahan.
Wakil Bupati Ambar Purwoko menyampaikan kebanggaan terhadap kreativitas anak-anak Kulon Progo serta menegaskan bahwa perhatian terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama. Ia menyebut seni dan budaya sebagai kekuatan utama Kulon Progo.
“Jika berbicara pariwisata, kerajinan, atau pendidikan tinggi, kita mungkin kalah dari daerah lain. Namun Kulon Progo memiliki kekayaan budaya yang hebat. Seni dan budaya adalah identitas sekaligus kekuatan kita,” katanya.
Wabup juga menegaskan komitmen untuk menampilkan karya anak-anak di ruang-ruang resmi pemerintahan sebagai bentuk penghargaan dan motivasi.















