KULON PROGO – Ratusan siswa SMA N 1 Pengasih menolak segala bentuk perjudian termasuk judi online, menolak radikalisme dan rasisme. Para siswa juga tidak ingin ad aperundungan (bullying terjadi di sekolah.
Deklarasi ini dinyatakan siswa di sela upacara bendera di Halaman sekolah, Senin (5/1/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Kulon Progo Agung Setyawan yang dihadiri forkopimda.
“Kami menolak radikalisme dan paham yang bisa memecah belah persatuan. Kamu akan menjauhi judi online dan segala bentuk perjudian,” kata Anindya Sakiya, salah satu siswa.
Artikel Terkait
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter kuat.
“Dari hasil uji petik yang kami lakukan, sudah terlihat adanya indikasi pelajar terpapar praktik perjudian, baik online maupun konvensional. Ini tidak bisa dianggap sepele karena masuknya sangat terbuka melalui media digital,” ujarnya.
Menurut Agung, kebiasaan pelajar yang akrab dengan gawai untuk belajar dan aktivitas sehari-hari membuat mereka rentan terhadap konten negatif, termasuk judi online dan paham radikalisme. Oleh karena itu, deklarasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Kita ingin membangun budaya malu terhadap perundungan, rasisme, miras, dan judi online. Anak-anak harus kembali menjunjung nilai sopan santun, subasito, dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun mengatakan, deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan anti judi online dan anti radikalisme yang menyasar pelajar SMP dan SMA. penyebaran judi online dan paham radikal kini semakin terstruktur dan masif melalui media sosial serta platform digital yang dekat dengan kehidupan remaja.
“Hari ini bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar seluruh SMP dan SMA sederajat melaksanakan upacara pagi dan deklarasi secara serentak,” katanya.
Kesbangpol Kulon Progo juga telah menggelar deklarasi Ketua OSIS sebagai agen anti judi online dan radikalisme pada akhir 2025. Selain itu juga sudah dilakukan sosialisasi melalui podcast untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kunjungan ke sekolah akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung,” katanya



















