KULON PROGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates mengembangkan teknologi kinimal invasif untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Teknologi ini memungkinkan operasi dengan minim sayatan.
“Saat ini kami fokus mengembangkan teknologi minimal invasif sebagai layanan unggulan,” kata Direktur Utama RSUD Wates Eko Budiyanto, pada Forum Konsultasi Publik di Auditorium Gedung Baru RSUD Wates, Rabu (3/2/2026).
Teknologi ini memungkinkan tindakan operasi dilakukan tanpa pembedahan terbuka yang besar, melainkan menggunakan monitor layar dan alat khusus. Teknologi ini membutuhkan investasi besar, namun pasien akan merasakan manfaat signifikan.
Artikel Terkait
“Luka sayatan yang sangat kecil akan meminimalkan nyeri, pemulihan cepat, proses penyembuhan organ jauh lebih singkat, presisi tinggi, penanganan pada area operasi lebih akurat dan rawat inap singkat,” katanya.
Teknologi ini telah diterapkan pada bedah umum, ortopedi, urologi, kandungan (obgyn), hingga spesialis paru. Layanan ini juga ditanggung BPJS Kesehatan.
“Layanan minimal invasif yang lengkap ini menjadikan RSUD Wates sebagai salah satu rujukan yang mampu bersaing dengan rumah sakit besar lainnya di Yogyakarta,”jelas dr. Eko.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan, inovasi ini menjadi langkah menuju target besar menjadikan RSUD Wates sebagai rumah sakit dengan layanan paripurna setara internasional. Hal ini selaras dengan rencana besar pembangunan daerah
”Kita memiliki Bandara YIA yang menuntut standar pelayanan kesehatan tingkat nasional hingga internasional,” ujar Agung.
Agung minta integritas pelayanan tetap dijaga, terutama dalam hal pemberian obat dan resep. Ini penting agar msyarakat mendapatkan hak pelayanan dengan kualitas terbaik.
“Dengan layanan yang semakin baik dan kredibel, masyarakat akan merasa tenang dan percaya untuk berobat di sini,” kata Agung



















