Siasati Penyusutan Lahan, Pemda DIY dan UGM Kolaborasi Amankan Sektor Pertanian

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam talkshow manageman Data dan Tata Kelola Perlindungan Laha Pertanian di Yogyakarta, Selasa (9/6/2026). (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Pembangunan yang sukses bukan sekadar soal mimpi besar, melainkan bagaimana melihat realita di lapangan secara jernih. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam Talkshow Manajemen Data dan Tata Kelola Perlindungan Lahan Pertanian di Hotel Harper Yogyakarta, Selasa (09/06/2026).

Made menyoroti tantangan berat DIY yang menghadapi dilema pertumbuhan ekonomi. Di satu sisi, investasi membutuhkan ruang, namun di sisi lain, alih fungsi lahan terus mengikis area pertanian.

“Berbagai persoalan hadir dengan kompleksitas tinggi. Di sinilah pentingnya data riil dan riset untuk menjembatani antara cita-cita pembangunan dan kenyataan di lapangan,” ujar mantan Plt Bupati Kulon Progo ini.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemda DIY menggandeng dunia akademik. Melalui forum diseminasi yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik UGM, hasil riset diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pangan di tengah gempuran alih fungsi lahan.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof Ali Awaludin, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kolaborasi berskala internasional. Melibatkan UGM, BRIN, Kementerian ATR/BPN, serta RMIT University dan Melbourne University Australia, riset ini didanai melalui hibah Knowledge Partnership Indonesia-Australia (KONEKSI).

Ali mengakui bahwa alih fungsi lahan pertanian untuk kebutuhan perumahan dan infrastruktur seperti jalan tol sulit dihindari. Namun, strategi yang tepat harus segera dirumuskan agar kebutuhan pangan dan infrastruktur bisa berjalan selaras.

“Hasil penelitian ini harus menjadi modal strategis dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai hanya menjadi dokumen atau paper yang sebatas dibangga-banggakan,” tegas Ali.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan ini, DIY optimistis dapat membangun tata kelola pertanian yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih aman.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar