SMAN 1 Temon Gelar Festival Dolanan Anak, Upgrade Permainan Tradisional Lebih Menarik

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Siswa SMAN 1 Temon menampilkan permainan tradisional dalam Festival Dolanan Anak di halaman Sekolah, Kamis (13/8/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Halaman SMA Negeri 1 Temon mendadak berubah menjadi arena bermain penuh warna pada Kamis (13/8/2026). Melalui ajang Festival Dolanan Anak, para siswa kelas XII membuktikan bahwa permainan warisan leluhur bisa tampil trendi sekaligus menjadi media belajar yang berbobot.

Kegiatan ini merupakan puncak dari proyek kokurikuler lintas mata pelajaran. Alih-alih duduk mendengarkan teori di dalam kelas, para siswa ditantang mengawinkan unsur sains, sastra, olahraga, dan spiritualitas langsung di lapangan.

Sastra dan Retorika terwujud dari merangkai alur cerita dan dialog teatrikal berbasis bahasa Indonesia yang memikat penonton, Strategi dan logika dengan menggunakan prinsip matematika untuk merancang sistem poin, kalkulasi peluang, dan formasi permainan.

Sedangkan kebugaran dan olahraga, melatih motorik kasar, kelincahan, dan daya tahan fisik lewat aktivitas fisik intensif. Sementara karakter dan nilai religius dengan mempraktikkan toleransi, kejujuran saat bermain, serta kerja sama antarumat beragama secara nyata.

Persiapan intensif berlangsung sejak Senin (10/8/2026). Dimulai dari sesi brainstorming bersama pakar budaya, para siswa kemudian merancang properti mandiri hingga mematangkan konsep pertunjukan yang interaktif.

Saat hari pementasan tiba, suasana berlangsung meriah. Ada kelompok yang menyulap dolanan tradisional menjadi sketsa komedi yang mengocok perut. Sementara kelompok lain menampilkan koreografi gerak rancak yang memadukan ketangkasan fisik dan musik tradisional.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Heny Prihastiwi, menuturkan bahwa pendekatan ini dirancang agar siswa tidak berjarak dengan akarnya sendiri.

“Budaya bukan sekadar pajangan museum. Saat anak-anak merancang strategi, membuat properti, dan tampil bersama, mereka menyadari bahwa dolanan tradisional menyimpan formula lengkap untuk membangun karakter dan kecerdasan sosial,” tegas Heny.

Festival ini menjadi angin segar di tengah kepungan tren digital. Melalui kolaborasi dan tawa di lapangan, generasi muda SMAN 1 Temon berhasil menunjukkan bahwa melestarikan budaya lokal bisa dilakukan dengan cara yang seru, cerdas, dan berdampak.

Rekomendasi Untuk Anda

Pariwisata

Setmilpres Verifikasi Usulan Satyalancana Kepariwisataan GKR Bendara di Kulon Progo

KULON PROGO – Tim Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara melaksanakan verifikasi lapangan terkait usulan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana ...

News

TPQ An-Nur Tawangsari Kulon Progo Wisuda 35 Santri, Tertua Usia 46 Tahun

KULON PROGO – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) An-Nur menggelar Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam ke-V di Halaman Musala An-Nur, Padukuhan Kopok ...

Olahraga

Mbok Ting Ting Juara Cornida Cup XXI 2026, Tundukkan Amphibie 3-0

KULON PROGO – Tim bola voli Mbok Ting Ting berhasil keluar sebagai Juara I dalam Turnamen Bola Voli Antardusun Cornida ...

News

Penantian 5 Tahun Berakhir, BPN dan Pemkab Kulon Progo Percepat Pencairan Ganti Rugi Bandara YIA

KULON PROGO – Rasa haru dan lega menyelimuti para pemilik lahan terdampak pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Penantian panjang ...

Ekbis

Dorong Produktivitas dan Efisiensi Petani, Pemkab Kulon Progo Salurkan Bantuan Alsintan Senilai Rp10,4 Miliar

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendistribusikan 42 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) tahap keempat kepada kelompok tani ...

News

Kunjungi SMPN 3 Kokap, Bupati Kulon Progo Ingatkan Siswa Jauhi Judol dan Bullying

KULON PROGO – Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengingatkan para siswa untuk mewaspadai bahaya judi online, paham radikalisme, dan aksi ...

Tinggalkan komentar