Suasana Haru Selimuti Masjid Agung Wates, saat 357 Jemaah Haji Kulon Progo Kembali

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut kedatangan jemaah haji kloter pertama Kulon Progo di Masjid Agung Kulon Progo, Selasa (2/6/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Suasana haru tak terbendung saat armada bus yang membawa 357 jemaah haji tiba di halaman Masjid Agung Kulon Progo, Selasa pagi (2/6/2026). Ribuan warga yang sudah menyemut sejak dini hari, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyambut mereka dengan lambaian tangan dan isak tangis bahagia.

Dari total 360 jamaah yang berangkat, 357 di antaranya berhasil kembali ke pelukan keluarga dalam kondisi sehat. Namun, kebahagiaan pagi itu berbaur dengan untaian doa duka. Satu jamaah atas nama Ngadikin, warga Plumbon, Temin dilaporkan wafat di tanah suci.

Sementara itu, dua jamaah lainnya, Jalal Amat Iman (66) dari Karangsari dan Sabilah Somowijiyo (84) dari Lendah, terpaksa menunda kepulangan karena harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi akibat kondisi kesehatan.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang menyambut langsung warganya, tidak bisa menyembunyikan rasa bangga sekaligus haru. Menurutnya, esensi sejati dari ibadah haji adalah transformasi sosial sekembalinya ke masyarakat, bukan sekadar penyematan gelar di depan nama.

“Semoga menjadi haji yang mabrur, yang ditandai dengan adanya perubahan dalam kehidupan kita,” ujar Bupati.

Bupati menjabarkan tiga indikator utama kemabruran haji yang harus dibawa pulang ke Kulon Progo, yakni meningkatnya ketakwaan, kepedulian Sosial yang ttinggi dan menjadi pribadi yang gemar menolong.

“Bapak dan ibu adalah insan-insan terpilih, tamu Allah yang akan menerangi Kulon Progo dengan membawa cahaya. Cahaya yang Insya Allah akan membawa masyarakat kita menjadi tata, titi, tentrem, guyub rukun, dan gemah ripah loh jinawi,” tambah Bupati.

Keberhasilan para jamaah kembali dengan selamat tidak lepas dari kesiapan fisik dan mental. Zuhdi Malik, salah satu jamaah yang pulang dalam kondisi prima, menceritakan bagaimana mereka harus berjuang melawan cuaca ekstrem selama di Arab Saudi.

“Kondisi di sana memang sangat panas sekali. Kami mengantisipasinya dengan selalu membawa semprotan air, menggunakan payung, dan pelindung kepala selama tidak melanggar aturan ihram,” kata Zuhdi.

Meski diterpa cuaca panas, Zuhdi memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas yang dinilainya sangat sigap. Menurutnya, manajemen logistik, fasilitas akomodasi, hingga transportasi selama di tanah suci berjalan sangat sukses dan memudahkan jamaah.

“Kami sangat kangen sekali bertemu dengan keluarga. Alhamdulillah, semua kerinduan itu terbayar lunas hari ini,” tutupnya dengan senyum lebar.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Bimtek Jagabaya Kulon Progo, Keterwakilan Peserta Perempuan Jadi Sorotan

KULON PROGO – Sebanyak 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 ...

Pariwisata

Isi Celah Oleh-Oleh Khas Pantai Mlarangan Asri, Olahan Kelapa Binaan UMBY Ludes dalam 3 Jam

KULON PROGO – Ketiadaan cinderamata khas di kawasan destinasi wisata Pantai Mlarangan Asri, Kulon Progo, membuka peluang pasar baru bagi ...

Pariwisata

Tersisa 2,47 Km, Jalur Strategis Plono–Nglinggo Menuju Borobudur Dikebut

KULON PROGO – Proyek pembangunan jalur wisata dan ekonomi Plono–Nglinggo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, masih menyisakan pekerjaan fisik sepanjang ...

News

Akses Pendidikan Bagus, Kulon Progo Bawa Pulang Apresiasi Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

BALI – Kinerja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memeratakan fasilitas belajar dan mutu pengajar, diganjar dana apresiasi senilai Rp1,5 miliar. ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Kulon Progo Gandeng UST Salurkan 300 Beasiswa dan Dampingi UMKM

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menyiapkan kuota 300 beasiswa dan program ...

Pariwisata

Festival Arung Progo 2026, Jenggolo Sidoarjo Raih Juara Umum

KULON PROGO – Festival Arung Progo 2026 di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, resmi ditutup Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, ...

Tinggalkan komentar