KULON PROGO – Ketiadaan cinderamata khas di kawasan destinasi wisata Pantai Mlarangan Asri, Kulon Progo, membuka peluang pasar baru bagi produk olahan kelapa hasil kreasi warga lokal. Hanya buka kurang dari tiga jam, ratusan produk yang dijual ludes dibeli wisatawan.
Melihat potensi tersebut, tim PPK Ormawa Himata Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berinisiatif menghadirkan sentra oleh-oleh berbasis komoditas setempat melalui merek dagang COCONARA dan KARSAKALPA.
“Kami pilih Pantai Mlarangan Asri karena di sana belum ada oleh-oleh khas,” kata Ketua PPK Ormawa Himata UMBY, Zenobius Meo Pasu, Selasa (1/9/2026).
Artikel Terkait
Sebanyak 128 unit produk yang dibawa ke kawasan pantai pada Minggu (30/8/2026) langsung diserbu wisatawan. Hanya dalam waktu kurang dari tiga jam, seluruh stok terjual habis dengan perolehan omzet mencapai jutaan rupiah.
Dosen Pendamping Lapangan, Ika Wulandari, menyebutkan daya tarik utama bagi para pelancong terletak pada keberagaman varian yang ditawarkan, mulai dari produk konsumsi hingga perawatan tubuh dan tanaman hias. Produk-produk tersebut diproduksi langsung oleh kelompok binaan lokal, yaitu Kelompok Ngaran Klopo dan Klopo Gayam.
“Produk ini dihasilkan kelompok masyarakat binaan kami,” ungkap Ika.
Varian yang dijajakan meliputi minyak VCO, minyak klentik, sabun VCO, balsam VCO, kecap air kelapa, es krim, kokedama, pelembap bibir, hingga kerupuk berbahan dasar ampas kelapa dengan harga terjangkau antara Rp6.000 hingga Rp15.000. Untuk memperkuat legalitas dan kepercayaan wisatawan, seluruh produk saat ini tengah dalam proses pengurusan sertifikasi halal dan izin edar PIRT.



















