KULON PROGO – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo menggelar Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo Job Fair 2026 di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo, Kamis (27/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menyediakan 164 lowongan pekerjaan yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Mengusung tema “Kulon Progo Nyawiji, Merajut Karya Mewujudkan Kerja Inklusi”, bursa kerja ini diikuti oleh 10 perusahaan yang berasal dari Kulon Progo, Sleman, Bantul, hingga Kota Yogyakarta. Formasi yang dibuka mencakup berbagai sektor usaha dengan kualifikasi pendidikan mulai dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
Artikel Terkait
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan hak kerja. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi tenaga kerja yang mandiri serta produktif.
“Saudara-saudara kita penyandang disabilitas ini tetap tidak ingin bergantung kepada siapa pun. Mereka siap menjadi tenaga kerja produktif,” kata bupati.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulon Progo, Hardjanto, mengatakan acara ini dirancang untuk menciptakan ekosistem rekrutmen yang bebas diskriminasi. Panitia menyediakan berbagai fasilitas pendukung aksesibilitas, mulai dari kehadiran juru bahasa isyarat, pendampingan khusus, konsultasi karier, hingga sesi wawancara langsung yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para pelamar.
“Selain bursa kerja, kegiatan ini juga diramaikan oleh pameran gelar karya peserta pelatihan BLK Kulon Progo, meliputi produk jahit busana, tata rias (make up artist), hingga kerajinan suvenir,” katanya.
Salah satu peserta Suhartono (42) berharap ajang ini dapat membuka jalan baginya untuk kembali mandiri secara ekonomi. Dia datang untuk mencari pekerjaan.
“Siapa tahu ada rezeki, dapat pekerjaan untuk menyambung hidup keluarga saya,” ungkap Suhartono yang menyandang tuna daksa.



















