Pemkab Kulon Progo Luncurkan 28 Buku Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Sayoto Ashwan

Bupati Kulon Progo Agung setyawan meluncurkan bahan ajar untuk pembelajaran SD dan SMP. (Foto: istimewa)

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan 28 buku bahan ajar (BA) terstandarisasi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Muatan bahan sudah disesuaikan dengan kondisi terkini.

Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan, penyusunan bahan ajar melibatkan guru-guru berprestasi yang memahami standar nasional pendidikan sekaligus memiliki kompetensi dalam pengembangan muatan lokal. Seluruh bahan ajar telah diselaraskan dengan tujuan pembelajaran.

“Total ada 28 buku untuk SD dan SMP yang dapat diakses secara digital melalui laman resmi dinas,” ujar Nur Wahyudi.

Pencetakan bahan ajar bersifat fleksibel dan tidak diwajibkan. Sekolah maupun wali murid yang membutuhkan versi cetak dipersilakan mencetak secara mandiri.

Bupati Agung Setyawan yang meluncurkan buku ini mengatakan, pendidikan harus mampu menjaga jati diri anak di tengah perkembangan zaman. Ia menyoroti pentingnya filosofi 4R, yakni Ruh, Rasa, Rasio, dan Raga, sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus membangun spiritualitas, etika, dan tata krama. Nilai-nilai kearifan lokal seperti subasita dan trapsila harus tetap melekat pada generasi muda Kulon Progo,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kulon Progo Bidang Advokasi, Anung Marganto, mengingatkan agar implementasi bahan ajar tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas siswa.

“Keberhasilan pendidikan tidak diukur dari administrasi, tetapi dari peningkatan literasi, numerasi, dan karakter siswa. Dewan Pendidikan siap mendukung penuh kebijakan ini,” ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Dua Motor Tabrakan di Lendah, Pengendara Lansia Tewas

KULON PROGO — Kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Brosot – Toyan, tepatnya di simpang tiga ...

News

Mesin Giling Lupa Dimatikan, Gudang Pakan Ternak di Galur Ludes Dilalap Api

KULON PROGO – Sebuah kelalaian dalam operasional mesin produksi berujung kerugian besar bagi PB (55), seorang warga Padukuhan Jeronan, Kalurahan ...

Olahraga

FPTI Kulon Progo Dikukuhkan, Desak Perbaikan Venue Menuju PORDA 2027

KULON PROGO – Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Didik Wardaya, resmi melantik kepengurusan baru FPTI ...

Tokoh

Dosen UMY Sabtanti Harimurti: Kosmetik Gunakan Pewarna Industri Bisa Memicu Kanker Hati

YOGYAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil membongkar peredaran 11 produk kosmetik berbahaya yang menggunakan pewarna merah K10 ...

Pariwisata

BPC PHRI Kulon Progo Bekali Pengusaha Kuliner Ciptakan Menu Berbahan Pangan Lokal

KULON PROGO – Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kulon Progo menggandeng Unilever Food Solutions (UFS) ...

News

Imigrasi Catat Ada 14 Pengungsi Mandiri di DIY dan Jawa Tengah

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jateng-DIY memperketat pengawasan terhadap 14 pengungsi asing yang menetap di wilayah tersebut. ...

Tinggalkan komentar