KULON PROGO – Perumda Aneka Usaha menggelar business matching untuk memperkuat struktur ekonomi daerah di Novotel YIA, Selasa (10/2/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan operasional instansi pemerintah dengan layanan dan produk unggulan BUMD.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan pentingnya optimalisasi pasar internal pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMD perlu diperkuat melalui mekanisme formal dan terintegrasi.
“Potensi pasarnya sudah jelas, namun belum terkelola dengan baik. Melalui kerja sama resmi, kita berharap kinerja BUMD semakin optimal dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat signifikan,” ujar Agung.
Artikel Terkait
Kegiatan Business Matching ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo dan Perumda Aneka Usaha, yang ke depan akan ditindaklanjuti dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD di wilayah Kulon Progo.
Direktur Perumda Aneka Usaha, Muhammad Nasta’in mengatakan, komitmen ini mencakup penyediaan berbagai layanan strategis, mulai penyediaan bahan bakar minyak, pemeliharaan kendaraan hingga Penyediaan logistik perkantoran, air minum dalam kemasan (AMDK/galon), serta alat tulis kantor (ATK)
“Ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi wujud sinergi nyata untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui pemenuhan kebutuhan birokrasi oleh BUMD sendiri,” katanya.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengingatkan agar Perumda Aneka Usaha terus meningkatkan profesionalisme dan inovasi. Status sebagai BUMD tidak otomatis menjamin kepercayaan jika tidak diimbangi kualitas layanan yang kompetitif.
“MoU ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan mutu layanan. Jika layanan unggul, instansi pemerintah akan dengan sendirinya memilih bermitra,” kata Ambar.



















