Bimtek Dinkop UKM DIY, Literasi Hukum Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Angota KOmisi C DPRD DIY Lilik Syaiful Ahmad menjadi pembicara dalam bimtek literasi Hukum yang digelar Dinkop UKM DIY di Omah Mbeji, Wates, Selasa (10/2/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Pemda DIY mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga terlindungi secara hukum. Hal ini menjadi kunci agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas.

“Literasi hukum menjadi fondasi penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan terhindar dari risiko hukum di kemudian hari,” kata Kepala Bidang UKM, Dinkop dan UKM DIY, Veronica Setioningtyas, pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Hukum bagi Pelaku UMKM di Omah Beji, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, Diskop UKM DIY secara rutin menyelenggarakan penyuluhan literasi hukum yang terbagi dalam tujuh angkatan, dan salah satunya dilaksanakan di Kulon Progo. Program ini merupakan inisiasi kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk Komisi C DPRD DIY.

“Pelaku UMKM tidak perlu ragu. Kami siap membantu pendampingan, mulai dari pembuatan kontrak kerja sama, konsultasi usaha, hingga penguatan legalitas,” ujar Veronica.

Ia menekankan pentingnya pendaftaran merek usaha sebagai bentuk perlindungan hukum dan strategi branding jangka panjang. Tanpa perlindungan merek, pelaku usaha berpotensi mengalami kerugian apabila mereknya didaftarkan lebih dulu oleh pihak lain.

“Mereka harus didaftarkan dan dilindungi. Sudah ada kasus merek UMKM yang lebih dulu didaftarkan pihak lain, akhirnya pelaku usaha harus mengganti nama dan membangun ulang branding dari awal,” jelasnya.

Selain perlindungan merek, Diskop UKM DIY juga memberikan pendampingan lanjutan, termasuk fasilitasi pendirian badan usaha seperti CV atau PT Perorangan, serta konsultasi terkait persaingan usaha dan regulasi lainnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan, keberanian memulai usaha harus dibarengi dengan persiapan yang matang agar tidak berujung pada masalah hukum maupun kegagalan usaha. Pelaku harus memiliki niat yang kuat sebagai dasar kemandirian ekonomi.

“Pelaku usaha harus memiliki penguasaan produk dan survei pasar untuk memahami potensi, kebutuhan konsumen, serta peta persaingan. Selain itu harus ada penyusunan rencana bisnis sebagai panduan arah usaha,” katanya.

Dalam koridor literasi hukum, kata dia, pelaku harusmemiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin PIRT, hingga perlindungan merek, agar UMKM memiliki payung hukum yang kuat dan mampu naik kelas.

Kegiatan Bimtek ini merupakan bentuk sinergi antara Dinas Koperasi dan UKM DIY dan DPRD DIY dalam menciptakan ekosistem UMKM yang tidak hanya produktif dan kreatif, tetapi juga taat regulasi dan berdaya saing.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Bimtek Jagabaya Kulon Progo, Keterwakilan Peserta Perempuan Jadi Sorotan

KULON PROGO – Sebanyak 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 ...

Pariwisata

Isi Celah Oleh-Oleh Khas Pantai Mlarangan Asri, Olahan Kelapa Binaan UMBY Ludes dalam 3 Jam

KULON PROGO – Ketiadaan cinderamata khas di kawasan destinasi wisata Pantai Mlarangan Asri, Kulon Progo, membuka peluang pasar baru bagi ...

Pariwisata

Tersisa 2,47 Km, Jalur Strategis Plono–Nglinggo Menuju Borobudur Dikebut

KULON PROGO – Proyek pembangunan jalur wisata dan ekonomi Plono–Nglinggo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, masih menyisakan pekerjaan fisik sepanjang ...

News

Akses Pendidikan Bagus, Kulon Progo Bawa Pulang Apresiasi Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

BALI – Kinerja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memeratakan fasilitas belajar dan mutu pengajar, diganjar dana apresiasi senilai Rp1,5 miliar. ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Kulon Progo Gandeng UST Salurkan 300 Beasiswa dan Dampingi UMKM

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menyiapkan kuota 300 beasiswa dan program ...

Pariwisata

Festival Arung Progo 2026, Jenggolo Sidoarjo Raih Juara Umum

KULON PROGO – Festival Arung Progo 2026 di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, resmi ditutup Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, ...

Tinggalkan komentar