KULON PROGO – Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kulon Progo menjadi momentum strategis dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan. Mengusung tema “Sinergi Kadin Kulon Progo dengan Pemerintah Daerah untuk Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal”, forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara dunia usaha dan pemerintah.
Ketua Kadin Kulon Progo, Kuswadi, mengatakan, Mukab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus penentuan arah kebijakan dan kepemimpinan baru.
“Musda ini memiliki arti strategis bagi pembangunan ekonomi Kulon Progo. Ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk evaluasi, menyusun arah kebijakan, dan memilih pemimpin baru yang mampu membawa Kadin lebih progresif,” ujar Kuswadi.
Artikel Terkait
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi, stabilitas keamanan, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Di sisi lain, pemerintah daerah memerlukan peran aktif pelaku usaha untuk menggerakkan roda perekonomian.
“Kadin Kulon Progo harus tampil lebih profesional, inklusif, dan responsif terhadap dinamika ekonomi,” katanya.
Kuswadi berharap Kadin ke depan ikut dalam penataan dan penguatan UMKM, integrasi produk lokal, pengembangan kawasan pariwisata, serta optimalisasi kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Jangan hanya menguntungkan organisasi, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat dan perekonomian Kulon Progo,” tegasnya.
Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY, Syahbenol Hasibuan, menilai Kulon Progo tengah berada dalam fase transformasi besar seiring kehadiran Bandara YIA. Kawasan ini menjadi pintu gerbang utama DIY dan membuka peluang luas bagi dunia usaha.
“Jangan sampai pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton. UMKM, koperasi, dan industri kreatif harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.
Ia menyebut pengembangan kawasan industri Sentolo, kawasan logistik, serta konektivitas Jalur Selatan sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, bisnis, dan jasa. Selain itu, potensi unggulan pertanian dan perikanan, termasuk beras organik, serta kekayaan wisata alam, budaya, dan desa wisata harus dikelola secara optimal.
“Kadin harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus menjadi rumah besar bagi para pengusaha,” katanya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, mengatakan Kulon Progo memiliki banyak potensi yang bisa dimaksimalkan. Mulai dari sektor pariwisata, layanan haji dan umrah, hingga pengembangan oleh-oleh dan produk UMKM.
“Kita perlu percepatan untuk memaksimalkan kawasan industri dan seluruh potensi yang ada,” ujarnya.



















