KULON PROGO – Jurnalis Kantor Kemenag Kulon Progo berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Sang Pejuang. Buku tersebut berisi kumpulan puisi yang ditulis bersama Jurnalis OSIS Madrasah Tsanawiyah se-Kulon Progo.
Jurnalis Kankemenag Kulon Progo, Prihono menyampaikan hal itu di sela-sela menyerahkan buku tersebut di kantor setempat, Rabu (18/2/2026) siang.
“Alhamdulillah, kami telah berhasil menerbitkan buku Sang Pejuang yang berisi kumpulan puisi karya kami bersama para jurnalis MTs se-Kulon Progo. Semoga buku ini menjadi pemantik semangat untuk menyalakan literasi pada madrasah di Kulon Progo,” ujar Prihono.
Artikel Terkait
Kepala Kankemenag Kulon Progo, HM Wahib Jamil memberikan apresiasi atas terbitnya buku ini. Betapa torehan kata dan rasa dalam antologi puisi ini sarat makna.
“Terbitnya buku Sang Pejuang ini ikut berpartisipasi mendukung kemajuan literasi bagi siswa madrasah di lingkungan Kankemenag Kulon Progo,” ungkapnya.
Wahib Jamil berharap buku Sang Pejuang ini bermanfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para siswa madrasah untuk terus menulis dan berkarya.
Penyair Kulon Progo Krishna Mihardja mengaku bangga dengan para penyair madrasah Kulon Progo yang berhasil menerbitkan buku kumpulan puisi tentang kekaguman masa lalu, kebahagiaan masa kini, dan harapan ke masa depan.
“Penyair Madrasah Kulon Progo telah menuliskan dan membukukan puisi karya mereka. Dari keberadaan mereka saya yakin puisi tak akan pernah mati,” kata Krishna.
Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Barokatussolihah, mengatakan, puisi dari siswa-siswi madrasah menawarkan kejujuran perasaan yang jarang ditemukan. Pemilihan diksinya sederhana tetapi mampu menembus batin. Beberapa bait puisinya menjadi ruang perjumpaan batin yang sunyi, sesuai usia anak jelang remaja.
“Sebagai penikmat sastra, saya menemukan keindahan gaya bahasa yang unik dalam buku ini,” katanya.



















