KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo punya cara cerdas untuk terus melambungkan nama kawasan kuliner Pronosutan, Nanggulan. Memanfaatkan momentum tren lari yang tengah naik daun, mereka menggelar KulineRun 2026, sebagai strategi menggerakkan roda ekonomi lokal.
Strategi ini terbukti ampuh. Sebanyak hampir 1.000 pelari dan masyarakat tumpah ruah memadati Lapangan Kembang Kenteng hingga Jalur Lunamaya untuk mengikuti lari santai sepanjang 5 kilometer, Minggu (17/5/2026). Kehadiran massa ini menjadi angin segar bagi para pelaku ekraf dan pemilik rumah makan di sepanjang rute pameran alam tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menjelaskan bahwa acara yang didanai oleh Dana Keistimewaan DIY ini sengaja memadukan olahraga dengan promosi industri kuliner lokal.
Artikel Terkait
“Di sini banyak rumah makan warga yang sudah viral. Melalui KulineRun, kami memperluas jangkauan pasarnya. Kami ingin memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan warga, di mana kunjungan ke lokasi alam berjalan beriringan dengan ramainya antrean di warung-warung makan sekitar,” kata Sutarman.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang melepas langsung para peserta, memastikan bahwa pemerintah tidak akan berhenti di satu acara ini saja. Pemkab siap mematenkan KulineRun sebagai agenda tahunan dan sudah menyiapkan ‘amunisi’ event turunan di sepanjang tahun 2026 untuk memanjakan wisatawan belanja dan olahraga.
Setidaknya ada tiga agenda besar yang akan digelar, SermoRun berupa lari pagi dengan suguhan udara segar dan pemandangan eksotis di kawasan Waduk Sermo yang akan digelar pada bulan Juli. Selain itu juga ada KabanaRun berupa event lari rute panjang berskala besar yang menantang pelari di kelas Full Marathon, Half Marathon, hingga Fun Marathon.
Salah satu yang sudah banyak dinantikan, Tour de Menoreh berupa ajang balap sepeda bergengsi membelah Perbukitan Menoreh yang akan menjadi sajian puncak dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo.



















