YOGYAKARTA – Program Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha kembali digelar pada tahun 2026 ini. Program ini untuk memperkuat taji wirausaha di kalangan generasi muda Pramuka.
Program ini diawali dengan agenda Orientasi Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha 2026 di Hotel Museum Batik Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen para pemangku kepentingan untuk melahirkan bibit-bibit wirausaha muda baru yang siap menggebrak pasar.
Konsultan pelaksana Saka Wirausaha, Bio Hadikesuma, menegaskan bahwa ledakan jumlah penduduk usia produktif wajib diimbangi dengan kemampuan menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar mencari kerja.
Artikel Terkait
“Bonus demografi harus menjadi peluang. Karena itu Saka Wirausaha hadir untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan bagi dirinya dan masyarakat sekitar,” katanya.
Saka Wirausaha telah lahir sejak 2023 dan konsisten memberikan pembinaan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas usaha bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega. Lewat program 2026 ini, diharapkan lahir lebih banyak pelaku usaha muda yang mandiri, lincah, dan berdaya saing tinggi.
“Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah,” katanya.
Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Hana Fais Prabowo, menegaskan bahwa Saka Wirausaha merupakan salah satu program strategis yang disokong langsung oleh Dana Keistimewaan DIY. Program kewirausahaan telah terbukti nyata hasilnya.
“Rasio kewirausahaan DIY saat ini telah mencapai sekitar 4 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Capaian ini menunjukkan semakin banyak masyarakat usia produktif di DIY yang mulai berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Hana.
Melalui Saka Wirausaha, hilir dari targetnya adalah memperkuat ekosistem tersebut sejak usia dini agar lahir entrepreneur tangguh yang memberi dampak ekonomi riil bagi lingkungan sekitar.



















