KULON PROGO – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM di Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (17/7/2026).
Wamen UMKM Helvi Moraza menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas. Salah satunya melalui alokasi pembiayaan tanpa agunan bagi pelaku UMKM dengan total anggaran mencapai Rp300 triliun. Kementeriannya siap memfasilitasi transformasi digital dan berkolaborasi lintas kementerian agar produk lokal dapat menembus pasar ekspor.
“Tolong rawat ini, kalau butuh dukungan tentang program ini, surati kami. Kita akan berikan yang terbaik bahwa kehadiran pemerintah itu bermanfaat bagi seluruhnya, terutama dalam pemerataan perekonomian,” kata Helvi.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Ia meminta dukungan berkelanjutan agar pelaku usaha di wilayahnya bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi UMKM Kulon Progo, Iffah Mufidati, mengatakan, ada sekitar 22.000 pelaku usaha binaan di Kulon Progo yang bergerak di sektor kuliner, fesyen, kerajinan, hingga jasa. Gedung PLUT ini difungsikan sebagai pusat pelayanan legalitas, pendampingan produksi, hingga pemasaran offline maupun online.
Untuk mengatasi keterbatasan dana operasional dalam membina puluhan ribu UMKM tersebut, Pemkab Kulon Progo kini mulai menggalakkan skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media massa.
Perajin keripik pisang, Puji Kustiyah mengaku telah merasakan dampak langsung dari fasilitas ini. Ia mendapatkan kemudahan pengurusan legalitas usaha serta pelatihan manajemen secara gratis.
“Kegiatan ini sangat memotivasi dan membuat saya lebih optimis dalam menjalankan usaha keripik pisang, agar kedepannya lebih maju dan mampu bersaing,” ujar Puji.



















