KULON PROGO – Bagi 50 Kepala Keluarga di Padukuhan Kedungrong, Samigaluh Kulon Progo, istilah “listrik byar-pet” sudah lama terhapus dari kamus kehidupan sehari-hari mereka. Ketika wilayah lain kerap cemas dengan pemadaman, warga Kedungrong justru tenang menikmati terangnya malam.
Rahasianya? Aliran air irigasi yang disulap menjadi sumber energi mandiri melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Ketenangan ini bukan hasil sulap semalam, melainkan buah dari investasi jangka panjang Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sejak belasan tahun silam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, menceritakan bahwa proyek ini lahir dari kolaborasi apik antara akademisi dan pemerintah. Berawal dari riset Universitas Gadjah Mada (UGM) yang melihat potensi derasnya irigasi Kalibawang, Pemda DIY bergerak cepat mengeksekusi cetak birunya.
Artikel Terkait
“Kami langsung membuat desain dan membangun dua unit PLTMH, yaitu di Kedungrong pada tahun 2012 dan satu lagi di Plumbang,” ujar Anna saat meninjau lokasi, Senin (13/07/2026).
Menariknya, Pemda DIY tidak sekadar membangun fisik lalu pergi. Infrastruktur ini dihibahkan total kepada warga. Dampaknya luar biasa, tumbuh rasa kepemilikan yang kuat. Secara swadaya, warga rutin patungan untuk biaya perawatan dan bergotong-royong membersihkan sampah penghambat aliran air. Di Kedungrong, aliran air tidak hanya mengairi sawah, tapi juga menyalakan harapan dan kemandirian.



















