Kisah Mytin Prastika, Hidup Sendiri di Rumah Peninggalan Orang Tua

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Mytin Prastika dengan latar kondisi rumahnya yang rusak karena usia. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Kisah Mytin Prastika anak yatim piatu yang tinggal seorang diri di Gadingan, Wates, Kulon Progo cukup menyentuh. Sejak kelas 2 SMA dia berjuang sendiri untuk hidup dengan kondisi rumah peninggalan orang tua yang rapuh dimakan usia.

Harapan untuk bangkit kini muncul dengan disalurkannya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan BAZNAS pada Selasa (9/6/2026). Rumahnya akan dibangun dengan bantuan pemerintah.

“Sesuai perbup bantuan sebenarnya hanya untuk keluarga. Namun kita lihat sendiri kondisi rumahnya seperti itu. Atas arahan Wakil Bupati, ini kita diskusikan agar semua masyarakat bisa kita layani secara adil,” ujar Sugiyanta, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kulon Progo.

Mytin, yang mandiri sejak kelas 2 SMA, tak pernah mengajukan proposal. Ketulusan para tetangga dan Ketua RT-lah yang menggerakkan roda bantuan ini hingga terdengar ke telinga pemerintah.

“Kalau hujan deras itu bocor, dan air dari luar masuk karena posisi rumah paling rendah,” kata Mytin.

Dalam penyaluran ini ada enam warga penerima dari beberapa kapanewon. Setiap keluarga menerima bantuan Rp20 juta per orang untuk membedah rumah mereka.

Sepanjang tahun 2026 berjalan, BAZNAS telah berhasil membedah sekitar 30 rumah dari target 60 rumah hingga akhir tahun.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Melalui APBD 2026, Pemkab telah menganggarkan perbaikan total sebanyak 264 unit RTLH (terdiri dari plot anggaran 189 unit dan 75 unit).

“Silakan para lurah berkoordinasi dengan RT/RW untuk mendata seluruh masyarakat yang membutuhkan. Insya Allah akan kami layani dengan sebaik-baiknya,” tegas Ambar.

Ambar juga memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS, BPD, dan pihak swasta yang bergerak lincah menyisir warga miskin di luar skema anggaran reguler pemerintah. Sinergi ini membuktikan bahwa ketika birokrasi dipadukan dengan empati, ruang hidup yang lebih memanusiakan manusia bukan lagi sekadar impian.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar