KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus tancap gas dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk hadir dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.
Langkah nyata ini dibuktikan dengan digelontorkannya anggaran besar melalui APBD 2026. Pemkab Kulon Progo resmi menganggarkan perbaikan total untuk 264 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai wilayah Kulon Progo.
Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran, Wakil Bupati meminta jajaran pemerintah di tingkat desa untuk bergerak aktif dan melakukan aksi jemput bola.
Artikel Terkait
“Silakan para lurah berkoordinasi dengan RT/RW untuk mendata seluruh masyarakat yang membutuhkan. Insya Allah akan kami layani dengan sebaik-baiknya,” kata Ambar pada penyaluran bantuan rehab rumah di Gadingan, Wates, Selasa (9/6/2026).
Ambar juga memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bank BPD, serta pihak swasta. Lembaga-lembaga ini bergerak lincah menyisir warga miskin yang belum tersentuh oleh skema anggaran reguler pemerintah. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa ketika birokrasi dipadukan dengan empati, menghadirkan ruang hidup yang lebih memanusiakan manusia bukan lagi sekadar impian.
Dalam kesempatan ini, BAZNAS menyerahkan bantuan stimulan kepada enam warga penerima manfaat. Masing-masing keluarga mengantongi bantuan sebesar Rp20 juta untuk membedah rumah mereka agar menjadi lebih kokoh dan sehat.
Dengan progres BAZNAS yang sudah mencapai setengah dari target tahunan (30 dari 60 rumah) dan eksekusi dana APBD yang mulai berjalan, wajah hunian masyarakat prasejahtera di Kulon Progo dipastikan akan berubah signifikan menjelang akhir tahun ini.



















