Laju Pertumbuhan Ekonomi Kulon Progo Juara 2 Se-DIY, Baperida: Start Awal yang Baik

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Proses Groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Nanggulan. (Foto: istimewa)

KULON PROGO – Laju pembangunan ekonomi Kulon Progo pada Triwulan I 2026 di angka 5,5 persen berada di posisi kedua di bawah Sleman. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menilai capaian ini adalah start awal yang sangat krusial untuk mengawal target makro daerah ke depan.

Aris menegaskan bahwa Pemkab Kulon Progo tidak akan terlena dengan euforia ini. Fokus selanjutnya adalah menjaga konsistensi agar pertumbuhan ini berdampak langsung pada dompet masyarakat.

“Momentum positif pada triwulan pertama ini harus dijaga pada triwulan berikutnya. Melalui koordinasi lintas sektor, kami tetap memprioritaskan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi lokal,” tegas Aris.

Dengan pondasi awal yang kokoh ini, Kulon Progo optimistis target pembangunan ekonomi di sisa tahun 2026 tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga inklusif dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis roda perekonomian Kulon Progo sedang melesat kencang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang hanya menyentuh 3,85 persen, terjadi lonjakan impresif sebesar +1,84 poin atau meroket sekitar 147,79 persen secara year-on-year.

Capaian gemilang ini otomatis mengubah peta kekuatan ekonomi di DIY. Kulon Progo kini resmi bertengger di peringkat kedua tertinggi se-DIY, sukses mengungguli Kota Yogyakarta dan hanya kalah tipis dari Kabupaten Sleman.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Sleman 6,69%, Kulon Progo 5,69% dan Kota Yogyakarta 5,67%. Kabupaten Bantul 5,47% dan Kabupaten Gunungkidul 4,68.

“Kami menyambut baik, bersyukur, dan bangga. Terima kasih kepada perangkat daerah yang bekerja keras menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Agung Setyawan, Rabu (10/6/2026).

Ditambahkannya, iklim usaha yang aman dan kondusif menjadi kunci utama mengapa dunia usaha di Kulon Progo bisa bertumbuh dengan sangat sehat.

KULON PROGO – Laju pembangunan ekonomi Kulon Progo pada Triwulan I 2026 di angka 5,5 persen berada di posisi kedua di bawah Sleman. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menilai capaian ini adalah start awal yang sangat krusial untuk mengawal target makro daerah ke depan.

Aris menegaskan bahwa Pemkab Kulon Progo tidak akan terlena dengan euforia ini. Fokus selanjutnya adalah menjaga konsistensi agar pertumbuhan ini berdampak langsung pada dompet masyarakat.

“Momentum positif pada triwulan pertama ini harus dijaga pada triwulan berikutnya. Melalui koordinasi lintas sektor, kami tetap memprioritaskan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi lokal,” tegas Aris.

Dengan pondasi awal yang kokoh ini, Kulon Progo optimistis target pembangunan ekonomi di sisa tahun 2026 tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga inklusif dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis roda perekonomian Kulon Progo sedang melesat kencang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang hanya menyentuh 3,85 persen, terjadi lonjakan impresif sebesar +1,84 poin atau meroket sekitar 147,79 persen secara year-on-year.

Capaian gemilang ini otomatis mengubah peta kekuatan ekonomi di DIY. Kulon Progo kini resmi bertengger di peringkat kedua tertinggi se-DIY, sukses mengungguli Kota Yogyakarta dan hanya kalah tipis dari Kabupaten Sleman.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Sleman 6,69%, Kulon Progo 5,69% dan Kota Yogyakarta 5,67%. Kabupaten Bantul 5,47% dan Kabupaten Gunungkidul 4,68.

“Kami menyambut baik, bersyukur, dan bangga. Terima kasih kepada perangkat daerah yang bekerja keras menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Agung Setyawan, Rabu (10/6/2026).

Ditambahkannya, iklim usaha yang aman dan kondusif menjadi kunci utama mengapa dunia usaha di Kulon Progo bisa bertumbuh dengan sangat sehat.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

News

Puluhan Tahun Kering, 30 Hektare Lahan Pertanian di Temon Hanya Andalkan Hujan dan Pompa

KULON PROGO – Sekitar 30 hektare lahan pertanian di bagian selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kulon Progo meliputi kawasan ...

Tinggalkan komentar