Vihara Giriloka, Rumah Ibadah di Lereng Menoreh yang Dirawat Gotong Royong Lintas Iman

Sayoto Ashwan

Bbupati Kuon Progo Agung setyawan dan Wabup Ambar Purwoko berfoto dengan forkopimda dan ummat Buddha di Vihara Giriloka, Girimulyo, Rabu (17/6/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Vihara Giriloka menjadi tempat suci bagi umat Buddha di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo untuk beribadah. Rumah ibadah ini telah bertransformasi menjadi simbol abadi dari sebuah harmoni yang melibatkan lintas iman saat perayaan keagamaan.

Kekhidmatan dan kehangatan itu kembali memancar kuat di Vihara Giriloka pada Rabu (17/6/2026), saat puluhan umat Buddha berkumpul merayakan Trisuci Waisak 2570/2026. Trisuci Waisak merupakan hari raya paling sakral bagi umat Buddha.

Momen ini memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddhartha Gautama yang kebetulan selalu jatuh pada bulan purnama di bulan Mei atau Juni. Mulai dari kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna menjadi Buddha, dan Parinibbana (wafatnya Sang Buddha).

Perayaan tahun ini sangat istimewa, karena kedatangan tamu dari jajaran Forkompinda Kulon Progo. Secara khusus untuk mengapresiasi bagaimana rumah ibadah ini dan lingkungan sekitarnya sukses menjadi motor penggerak kerukunan umat beragama hingga meraih predikat Bintang 4 di tingkat nasional.

Wilayah ini dikenal memiliki akar keberagaman yang sangat kuat. Umat Buddha di desa ini tersebar di empat dusun—Gunungkelir, Sukomoyo, Karanggede, dan Sunyo dengan lima vihara yang berdiri berdampingan secara damai dengan tempat ibadah agama lain.

Lurah Jatimulyo, Anom Sucondro, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan perhatian dari pemerintah daerah. Bagi Anom, status Desa Tiga Pilar dan Kampung Pancasila yang disandang wilayahnya adalah buah dari budaya rukun yang sudah mendarah daging di masyarakat.

“Di sini boleh dibilang ada yang ikonik, yaitu adanya kegiatan non-ritual umat Buddha, kebersamaan dengan umat yang lain dalam Tribuana Manggala Bakti,” ujar Anom.

Koordinasi yang kuat antara pemerintah kelurahan, TNI, dan Polri telah melahirkan relawan lintas agama yang aktif bergerak secara swadaya. Aksi saling bantu ini bahkan sudah menjadi rutinitas sosial.

“Kalau Iduladha, umat Buddha itu ikut jaga sapi hewan kurban sama ngaritke (mencarikan rumput). Tapi kalau mau Waisak atau Natalan, ya umat Islam kerja bakti tuh, ngecat, bersih-bersih,” papar Anom.

Keunikan toleransi ini tidak berhenti di situ. Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, umat nonmuslim di Jatimulyo secara sukarela bertugas mengamankan kampung saat warga muslim sedang melaksanakan salat Id.

“Kompor, listrik, rumah, sudah ada yang jaga. Sandal aja sudah ada yang nata kok itu,” kelakar Anom.

Melihat potret keharmonisan yang begitu riil, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengaku tersentuh sekaligus memetik pelajaran mendalam. Bagi Agung, momen Waisak di Jatimulyo bisa menjadi wadah introspeksi bagi siapa saja tentang arti toleransi yang sesungguhnya.

“Saya masih banyak harus belajar kepada tuntunan suci apa pun agamanya, agar saya bisa lebih tahu tentang indahnya perbedaan beragama, tetapi mempunyai tujuan mulia yang sama untuk kepada sang pencipta, Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Agung.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengaku sangat bangga bisa berangkulan langsung dengan umat Buddha di Girimulyo. Ambar menegaskan komitmennya untuk mengayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun wilayah geografis.

“Kami tidak akan pernah membeda-bedakan utara, tengah, dan selatan. Ini semua adalah warga kami yang harus saya rangkul, saya perlakukan, dan saya ayomi tanpa ada perbedaan apa pun,” tegas Ambar.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Terima 16 Dokter Muda PIDI Angkatan II 2026, RSUD Wates Siap Tingkatkan Mutu Layanan

KULON PROGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates menerima 16 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun ...

News

Disdukcapil Berikan Kado Nikah Pasangan Pengantin Baru di Lendah

KULON PROGO – Kolaborasi dan sinergi antarinstansi kini menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan terintegrasi. Hal ...

News

Dongkrak Daya Saing, Disnaker Kulon Progo Gelar Bimtek Pengukuran Produktivitas Perusahaan

KULON PROGO – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengukuran Produktivitas Perusahaan Anggaran 2026, Rabu ...

News

Saatnya Peternak Sapi Perah Naik Kelas Lewat Hilirisasi Susu

YOGYAKARTA – Kesejahteraan peternak sapi perah domestik dinilai mustahil melonjak signifikan jika mereka terus-menerus terjebak sebagai penyedia bahan baku mentah. ...

News

Keren! NIlai TKA SD-SMP Tembus 10 Besar Nasional

KULON PROGO – Dunia pendidikan Kabupaten Kulon Progo sedang menuai hasil. Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP masuk dalam ...

News

Nasib Lurah Garongan Tunggu Irda Kulon Progo Rampungkan Audit Investigasi

KULON PROGO – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret Lurah Garongan, Ngadiman, memasuki babak krusial. Inspektorat Daerah (Irda) Kulon ...

Tinggalkan komentar