30 Tahun Mangkrak, Hutan di Jatimulyo Jadi Lumbung Emas

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melakukan panen raya jagung di Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Rabu (17/6/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Sebuah kawasan hutan belantara di dataran tinggi Girimulyo yang sempat mangkrak dan mati suri selama 30 tahun, kini berubah menjadi hamparan hijau yang melimpah. Lahan ini kini bisa dikembangkan menjadi hamparan lahan pertanian produktif.

Para petani di Dusun Banyunganti, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk menyerah. Mereka mampu mengolah dan memanfaatkan lahan.

Produksi jagung yang dihasilkan cukup fantastis, mencapai 8,33 ton per hektare. Sedangkan rata-rata kabupaten hanya 6,5 ton per hektar di atas rata-rata DIY 5,7 ton per hektare.

“Angka ini melampaui rata-rata kabupaten yang berada di angka 6,5 ton, bahkan jauh di atas rata-rata tingkat Provinsi DIY yang mencapai 5,7 ton per hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Trenggono Trimulyo, di sela panen perdana, Rabu (17/6/2026).

Ketua Kelompok Tani Mudotomo sekaligus Dukuh Banyunganti, Sutarman, menceritakan bagaimana mereka menjinakkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang puluhan tahun tak tersentuh. Karena karakteristik tanah bekas hutan, petani memutar otak dengan menanam singkong dan ubi jalar di sela-sela tanaman jagung demi memaksimalkan unsur hara dan ruang lahan.

Petani masih harus berhadapan dengan masalah klasik dataran tinggi, sulitnya pengairan saat kemarau, minimnya alat kultivator modern.

“Kami juga harus menghadapi teror monyet ekor panjang yang kerap menjarah hasil bumi,” katanya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Banyunganti adalah potret nyata dari apa yang disebut kedaulatan pangan. Ini membuktikan masyarakat bisa mewujudkan cita-cita nasional untuk berdiri di kaki sendiri tanpa perlu bergantung pada impor.

Keberhasilan di Banyunganti kini menjadi magnet dan standar baru. Sukses membalikkan lahan tidur menjadi lumbung pangan bernilai tinggi ini diharapkan menular ke wilayah lain di Jatimulyo.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar