Sensus Ekonomi 2026, BPS Terjunkan 637 Petugas untuk Potret Ekonomi Kulon Progo

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Alun-Alun Wates, Minggu (21/6/2026). (Foto: istimewa)

KULON PROGO – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 637 petugas lapangan diterjunkan ke seluruh pelosok Kulon Progo untuk mendata seluruh sektor usaha non-pertanian.

Pencanangan SE 2026 ini, secara simbolis ditandai dengan pemasangan rompi dan tanda pengenal oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, di Alun-alun Wates, Minggu (21/6/2026).

Kepala BPS Kabupaten Kulon Progo, Ahmad Johan Affandi, mengungkapkan bahwa jumlah usaha di Kulon Progo terus menunjukkan tren meroket. Berdasarkan Statistical Business Register, jumlah usaha di Kulon Progo melesat dari 50.555 unit pada tahun 2006, menjadi 64.339 unit pada 2016, dan kini diprediksi menembus 73.394 unit pada tahun 2026.

“Dulu pada 2016 kegiatan e-commerce belum semasif sekarang. QRIS juga belum ada. Begitu cepat perputaran ekonomi di Kulon Progo dalam kurun waktu 10 tahun, tentunya perlu usaha untuk melihat perkembangannya,” ujar Johan.

Sementara itu, Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menegaskan bahwa data yang dihimpun hingga tingkat administrasi terkecil ini akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Mulai dari penanganan ketenagakerjaan, pengentasan kemiskinan, hingga program pemberdayaan UMKM.

“Kegunaannya kembali ke masyarakat sendiri. Karena itu, kami mohon masyarakat menerima petugas kami, mengisi data dengan apa adanya, dan kerahasiaannya dijamin penuh oleh undang-undang,” tutur Endang.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengimbau warganya agar tidak takut atau ragu memberikan data yang jujur dan riil kepada petugas pencacah di lapangan.

“Harus berani memberikan data yang reliabel. Naik atau turun itu tidak masalah bagi kami, karena menjadi bahan introspeksi. Masyarakat harus menjawab apa adanya agar kita bisa melihat perubahan yang sebenarnya,” tegas Agung.

SE 2026 hadir dengan berbagai inovasi modern. Selain berfokus pada pemetaan ekonomi digital dan ekonomi kreatif, BPS juga meluncurkan layanan NGIBAR (Ngisi Bareng SE 2026) sebuah sistem inovatif yang memungkinkan para pelaku usaha untuk mengisi kuesioner sensus secara mandiri dan fleksibel.

Rekomendasi Untuk Anda

News

PPK Ormawa 2026, Mahasiswa UMBY Latih Warga Depok Olah Kelapa Jadi Balsam

KULON PROGO – Mahasiswa Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 di Panjatan dan ...

News

Kecelakaan Maut di Depan BBVet, Penyeberang Meninggal Tertabrak Bus

KULON PROGO – Nasib nahas menimpa DP (32), warga Wates, Kulonprogo, Rabu (19/8/2026) malam. Saat menyeberang di Jalan Jogja-Wates Km ...

News

Redakan Dampak Kekeringan, Baznas Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Kulon Progo

KULON PROGO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo mendistribusikan 48.000 liter air bersih ...

Olahraga

SMAN 1 Temon Gelar Festival Dolanan Anak, Upgrade Permainan Tradisional Lebih Menarik

KULON PROGO – Halaman SMA Negeri 1 Temon mendadak berubah menjadi arena bermain penuh warna pada Kamis (13/8/2026). Melalui ajang ...

News

Semarak HUT ke-81 RI, 97 Pleton Adu Disiplin dan Formasi di Pawai Baris-Berbaris Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 97 pleton unjuk kebolehan dalam Lomba Pawai Baris-Berbaris memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di ...

News

Perkuat Tata Kelola Regulasi, Pemkab Kulon Progo Borong 2 Penghargaan Kemenkum DIY

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menorehkan prestasi gemilang dalam reformasi birokrasi dan tata kelola regulasi daerah. Pada ...

Tinggalkan komentar