Bandara YIA Tuntaskan Sertifikat Lahan Tanpa Biaya BPHTB

Sayoto Ashwan

[addtoany]

GM Bandara YIA M Thamrin menerima sertifikat tanah YIA. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sukses menuntaskan 100 persen proses sertifikat balik nama lahan dengan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar nol rupiah alias gratis. Lahan Bandara YIA kini berada dalam satu hamparan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang YIA, Muhammad Thamrin, mengungkapkan kunci sukses clearance 100 persen ini adalah karena seluruh area lahan YIA berada dalam satu hamparan yang utuh. Didukung oleh kerja cepat tim manajemen Angkasa Pura Indonesia, baik regional maupun cabang, proses legalitas ini bisa berjalan mulus.

“Penyerahan sertifikat ini akan memperkuat aspek legalitas aset perusahaan. Kami menyadari YIA bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang keberadaannya tak lepas dari dukungan penuh Pemda DIY,” ujar Thamrin pada penyerahan sertifikat di Hotel Morazen, Kapanewon Temon, Kamis (4/6/2026).

Selain membawa kabar baik soal aset, Thamrin juga memaparkan peta kondisi operasional YIA terkini. Masifnya pembangunan infrastruktur (seperti tol dan kereta api) di Pulau Jawa diakui ikut mengubah perilaku pemudik dan pelancong.

Penumpang domestik mengalami tren penurunan karena beralihnya preferensi moda transportasi darat akibat konektivitas Jawa yang semakin membaik. Sedangkan penumpang internasional tetap menunjukkan performa tangguh dan stabil di angka 1,1 juta penumpang.

“Kami akan terus mengoptimalkan aset yang ada demi menjaga operasional bandara yang aman, nyaman, sehat, harmonis, serta tetap berdaya saing global,” katanya.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa kebijakan gratis ini sepenuhnya legal dan sudah sesuai dengan regulasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Hari ini kita menyerahkan sertifikat yang pertama kali di Indonesia, yaitu bandara dengan BPHTB nol rupiah. Ini adalah buah dari komitmen, kolaborasi, dan koordinasi yang akhirnya menemukan solusi,” kata Ambar.

Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini adalah warisan penyelesaian masalah yang bersih. Terbukti sudah lama diurus, tapi alhamdulillah di pemerintahan kami sudah bisa terselesaikan dengan baik.

“Ini bukan keberhasilan kita sendiri, melainkan keberhasilan bersama,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Bimtek Jagabaya Kulon Progo, Keterwakilan Peserta Perempuan Jadi Sorotan

KULON PROGO – Sebanyak 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 ...

Pariwisata

Isi Celah Oleh-Oleh Khas Pantai Mlarangan Asri, Olahan Kelapa Binaan UMBY Ludes dalam 3 Jam

KULON PROGO – Ketiadaan cinderamata khas di kawasan destinasi wisata Pantai Mlarangan Asri, Kulon Progo, membuka peluang pasar baru bagi ...

Pariwisata

Tersisa 2,47 Km, Jalur Strategis Plono–Nglinggo Menuju Borobudur Dikebut

KULON PROGO – Proyek pembangunan jalur wisata dan ekonomi Plono–Nglinggo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, masih menyisakan pekerjaan fisik sepanjang ...

News

Akses Pendidikan Bagus, Kulon Progo Bawa Pulang Apresiasi Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

BALI – Kinerja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memeratakan fasilitas belajar dan mutu pengajar, diganjar dana apresiasi senilai Rp1,5 miliar. ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Kulon Progo Gandeng UST Salurkan 300 Beasiswa dan Dampingi UMKM

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menyiapkan kuota 300 beasiswa dan program ...

Pariwisata

Festival Arung Progo 2026, Jenggolo Sidoarjo Raih Juara Umum

KULON PROGO – Festival Arung Progo 2026 di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, resmi ditutup Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, ...

Tinggalkan komentar