Tekan Angka Penyakit Kronis, Dewan Jamu DIY Kampanyekan Gerakan Minum Jamu

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Dewan Jamu DIY mengampanyekan Gerakan minum Jamu dalam peringatan Hari Jamu 2026 di Taman Jamu Naturindo, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, Minggu (7/6/2027). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Mengkhawatirkannya data Survei Kesehatan Indonesia terkait tingginya angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) memicu Dewan Jamu DIY untuk mengambil langkah taktis. Melalui festival Hari Jamu Nasional 2026 di Sendangsari, Pengasih, Minggu (7/6/2026) masyarakat ditantang untuk kembali mengonsumsi jamu sebagai langkah preventif medis.

Mengusung slogan pemantik semangat “Jamu Jogja Istimewa, Jamu Indonesia Mendunia”, festival ini dirancang sebagai gerakan masif untuk merebranding jamu. Bukan lagi sekadar minuman tradisional pelengkap, melainkan bagian dari gaya hidup modern sekaligus benteng pertahanan kesehatan masyarakat.

Ketua Dewan Jamu DIY, Prof Nyoman Kertia dalam orasinya menyoroti ironi kesehatan modern. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, angka kematian akibat jantung, stroke, diabetes, dan kanker terus meroket justru karena masyarakat mulai meninggalkan tradisi sehat leluhur.

“Penyakit terbanyak saat ini adalah penyakit tidak menular. Sederhana sekali, semua ini sebenarnya bisa dicegah dengan jamu. Tren penyakit ini naik karena kita mulai meninggalkan kearifan lokal,” kata Nyoman.

Sebagai seorang dokter, ia menegaskan peran krusial jamu dalam aspek preventif (pencegahan) dan pemeliharaan kebugaran. Ia juga mematahkan stigma negatif yang menyebut jamu sebagai konsumsi kuno.

“Kita kaya akan alam, mari tingkatkan obat herbal ini agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang saat ini mencapai 94 persen,” tegasnya.

GBRay Pakualam terpukau dengan konsep festival yang mengawinkan edukasi jamu dengan lomba membatik bermotif jamu untuk anak-anak lintas generasi. Menurutnya, batik dan jamu adalah dua pilar identitas bangsa yang telah diakui dunia.

“Jamu bukan sekadar deretan botol berisi cairan herbal tradisional. Jamu adalah warisan budaya adiluhung, sebuah manifestasi kecerdasan lokal yang meramu keselarasan antara alam dan kesehatan manusia,” tutur Gusti Putri.

Menurutnya, mengenalkan tradisi sejak dini merupakan langkah strategis untuk merawat masa depan bangsa.

“Mari kita konsumsi jamu, kita jaga kesehatan, dan kita lestarikan budaya adiluhung ini agar Jogja tidak kehilangan Jawanya, dan Indonesia tidak kehilangan nyawanya,” katanya.

Ketua Panitia, Tasbir Abdullah, melaporkan bahwa peringatan tahun ini sengaja dikemas lebih interaktif dan berorientasi pada dampak ekonomi riil bagi pelaku usaha jamu lokal. Selain perlombaan anak, festival diisi dengan sarasehan budaya, edukasi pembuatan jamu menggunakan media tanah liat dan kayu, hingga penyerahan piala kompetisi video edukasi.

“Target kita jelas: menggerakkan generasi muda untuk mencintai jamu. Dengan jamu badan sehat, dengan jamu ekonomi kuat, karena bisnis jamu harus kita gerakkan bersama,” tandas Tasbir.

Rekomendasi Untuk Anda

News

My Esti Wijayati Kunjungi Sekolah Rakyat Kulon Progo, Beri Catatan dan Apresiasi

KULON PROGO – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I (SRT) Kulonprogo pada Jumat (31/7/2026) tampak ...

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

Tinggalkan komentar