2 Tahun Buron, Warga Negara Jerman Ditangkap di Parangtritis

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi DIY Junita Sitorus menunjukkan barang bukti kasus warga Jerman yang overstay, Selasa (28/4/2026). (foto : S Ashwan)

YOGYAKARTA – Deburan ombak Pantai Parangtritis biasanya menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan pesisir selatan Bantul. Namun, bagi OH (44), seorang pria asal Jerman, kawasan ini menjadi titik terakhir pelariannya dari kejaran otoritas keimigrasian selama hampir dua tahun terakhir.

Langkah OH terhenti setelah tim gabungan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY bersama jajaran Polres Bantul melakukan penyergapan di tempat persembunyiannya awal pekan lalu. OH bukan sekadar turis biasa, ia telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena pelanggaran izin tinggal yang cukup signifikan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Junita Sitorus, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari kedatangan OH ke Indonesia pada 15 Desember 2022. Masuk secara legal melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, OH menggunakan fasilitas Visa on Arrival (VoA).
Secara historis, OH sebenarnya cukup patuh pada aturan dengan catatan empat kali keluar-masuk Indonesia. Namun, pada kedatangannya yang terakhir di pengujung tahun 2022 tersebut, ia seolah menghilang dari radar petugas.

“Visa on arrival memiliki masa berlaku yang sangat terbatas, yakni hanya 30 hari. Sistem kami secara otomatis memantau setiap pergerakan orang asing di pintu masuk dan keluar. Ketika nama yang bersangkutan tidak tercatat keluar setelah masa berlaku visanya habis, statusnya langsung menjadi atensi kami,” ujar Junita saat menunjukkan barang bukti pelanggaran di kantornya, Selasa (28/4/2026).

Keberhasilan mengendus keberadaan OH di wilayah Parangtritis tidak lepas dari koordinasi intensif antara pihak Imigrasi dan kepolisian setempat. Mengingat statusnya sebagai DPO, petugas harus memastikan lokasi persembunyiannya secara akurat sebelum melakukan penindakan guna menghindari upaya melarikan diri kembali.

Junita menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan peringatan bagi warga negara asing lainnya yang mencoba menyalahgunakan izin tinggal di wilayah Yogyakarta.

“Imigrasi memiliki instrumen untuk memantau. Kami juga sangat mengapresiasi informasi dari masyarakat dan koordinasi dengan Polres Bantul yang membantu mempersempit ruang gerak pelanggar aturan keimigrasian di wilayah-wilayah wisata,” tambahnya.

Saat ini, OH tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh pihak Imigrasi DIY. Barang bukti berupa dokumen perjalanan dan izin tinggal yang telah kedaluwarsa telah diamankan. OH terancam sanksi berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

News

Puluhan Tahun Kering, 30 Hektare Lahan Pertanian di Temon Hanya Andalkan Hujan dan Pompa

KULON PROGO – Sekitar 30 hektare lahan pertanian di bagian selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kulon Progo meliputi kawasan ...

Tinggalkan komentar