KULON PROGO – Sebanyak 30 mengikuti khitanan yang digelar Kadipaten Puro Pakualaman di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Kamis (18/6/2026). Bakti sosial dalam rangka 1 Abad Pakualaman ini mengusung tajuk Dharma Mulyarja.
Aksi sosial ini digelar Kadipaten Pakualaman sebagai wujud syukur dan darmabakti nyata kepada masyarakat dalam memperingati Hari Jadi (Hadeging) ke-214.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengapresiasi keluarga besar Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta. Usia lebih dari dua abad adalah bukti keteguhan Pakualaman dalam menjaga tradisi sekaligus merawat kepedulian sosial.
Artikel Terkait
“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat mulia karena tidak hanya membantu masyarakat dari sisi sosial dan ekonomi, tetapi juga mendukung pelaksanaan ajaran agama serta meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak kita,” ujar Agung.
Agung juga menekankan sinergi antara pemerintah, lembaga budaya, dan masyarakat adalah kunci membangun manusia secara menyeluruh.
Wakil Kadipaten Pakualaman, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo menegaskan bahwa pada usia ke-214 ini, Pakualaman sengaja menitikberatkan perayaan pada aksi sosial yang menyentuh akar rumput.
“Kami ingin memastikan bahwa momentum bersejarah bagi Kadipaten Pakualaman ini harus memberikan manfaat yang nyata dan dampak yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini juga digelar pasar murah sembako untuk umum. Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok keluarga dengan harga yang jauh lebih miring. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM, khususnya di wilayah Wates, untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.
Lewat aksi nyata ini, Kadipaten Pakualaman membuktikan bahwa eksistensi budaya bukan sekadar merawat masa lalu, melainkan tentang bagaimana menjadi jawaban bagi kebutuhan masyarakat di masa kini.



















