Gerakan Kulon Progo Berkelas Pangkas Sampah ke TPA Hingga 32 Persen

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Kepala DLH Duana Heru Supriyanta menunjukkan pemilahan sampah. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Gerakan Kulon Progo “Berkelas” (Bersama Kelola Sampah) yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sukses mencetak capaian gemilang. Kurang dari dua minggu sejak Surat Edaran (SE) Bupati terkait pengelolaan sampah skala kawasan diberlakukan, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyuroto turun hingga 32 persen.

Selama ini timbunan sampah di TPA Banyuroto rata-rata 33 ton per hari. Namun kini turun menjadi 22,34 ton per hari, atau ada pengurangan sebesar 10,66 ton sampah.

“Target kami hanya 30 persen tetapi ini malah melampaui hingga 32 persen,” kata Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta.

Keberhasilan ini menunjukkan adanya perubahan paradigma masyarakat dari pola lama “kumpul–angkut–buang” menjadi lebih bijak melalui prinsip “pilah–kelola–manfaatkan”. TPA bukan lagi menjadi tempat membuang seluruh sampah, tetapi hanya menerima sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan.

“Semakin banyak sampah yang selesai di sumber, semakin panjang umur layanan TPA Banyuroto dan semakin kecil risiko pencemaran lingkungan,” ujar Duana.

Duana meyakini keberhasilan ini bukan terletak pada tinggi rendahnya pendidikan, tetapi pada kemauan untuk berubah. Pemerintah akan terus memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Pengurangan drastis gunungan sampah ini diantisipasi lewat strategi bertahap. Selain pembatasan kantong plastik sekali pakai dan penggunaan wadah organik saat Iduladha, Gerakan Kulon Progo Berkelas secara masif menerapkan empat tahapan perubahan perilaku masyarakat, yaitu Ayo Pilah Sampah, Sampah Organik Selesai di Sumber, Rajin Menabung Sampah di Bank Sampah dan Ingat Gunakan Wadah Pakai Ulang.

Saat ini, Kulon Progo telah memiliki 120 Bank Sampah aktif dan 14 TPS3R aktif yang bergerak sebagai garda depan pengelolaan sampah. Urusan sampah di Kulon Progo kini mulai berputar menjadi roda ekonomi. Melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), sampah organik disulap menjadi komoditas bernilai jual.

Saat ini, satu BUMKal telah sukses mengembangkan budidaya maggot dengan kapasitas produksi mencapai satu ton per bulan. Menyusul kesuksesan tersebut, satu BUMKal lain tengah dipersiapkan untuk membuka usaha vermikompos (kompos cacing) dengan sokongan Dana Keistimewaan DIY.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Langkah ini akan ditempuh melalui pengembangan budidaya maggot, vermikompos, kompos, optimalisasi bank sampah, serta menjadikan TPS3R sebagai pusat pengelolaan sampah di tingkat kawasan.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Gerakan Kulon Progo Berkelas Pangkas Sampah ke TPA Hingga 32 Persen

KULON PROGO – Gerakan Kulon Progo “Berkelas” (Bersama Kelola Sampah) yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sukses mencetak capaian gemilang. ...

News

Sinergi TNI dan Warga Kalirejo Sulap Jalan Desa Menjadi Beton

KULON PROGO – Semangat gotong royong kembali bergelora di perbukitan Menoreh, khususunya di wilayah Kalirejo, Kokap. Para prajurit TNI bersinergi ...

Ekbis

Mandiri Energi, Warga Kedungrong Manfaatkan Air Irigasi untuk PLTMH

KULON PROGO – Bagi 50 Kepala Keluarga di Padukuhan Kedungrong, Samigaluh Kulon Progo, istilah “listrik byar-pet” sudah lama terhapus dari ...

News

Mangayubagyo Jemaah Haji Kulon Progo, 383 Jemaah Telah Berkumpul Keluarga

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyambut kepulangan 383 jamaah haji asal Kulon Progo dalam acara Mangayubagyo Jamaah Haji ...

News

Benteng Moral Pemimpin Masa Depan, Pemkab Kulon Progo Apresiasi Kiprah Ponpes PESAWAT

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Pondok Pesantren Al Quran Wates (PESAWAT) dalam mencetak ...

News

Optimalkan Perangkat Ajar, KKG PAI Temon Gelar Bimtek Pembelajaran Berbasis AI

KULON PROGO – Memanfaatkan momentum hari pertama masuk sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kapanewon Temon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ...

Tinggalkan komentar