KULON PROGO – Festival Arung Progo 2026 di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, resmi ditutup Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, Minggu (30/8/2026). Kontingen Jenggolo Sidoarjo asal Jawa Timur berhasil keluar sebagai juara umum.
Kejuaraan yang berlangsung sejak Kamis (27/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026) ini menegaskan potensi bentang alam Sungai Progo sebagai kawasan olahraga arus deras sekaligus destinasi pariwisata minat khusus skala nasional dan internasional. Selain sukses sebagai penyelenggara, kontingen FAJI Kulon Progo turut menorehkan prestasi membanggakan pada kategori Regional Open Women dengan meraih Juara 1 Sprint, serta Juara 3 pada nomor River Rescue, Head to Head, dan Downriver Race.
Ketua Pengurus Daerah FAJI DIY, Agus Langgeng Basuki, melaporkan bahwa gelaran Arung Progo Festival ke-4 ini diikuti sekitar 120 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan seluruh pengurus cabang FAJI se-DIY. Para peserta berkompetisi pada nomor kayak serta rafting yang mencakup Sprint, Head-to-Head, hingga Down River Race.
Artikel Terkait
Kejuaraan yang didukung Dana Keistimewaan DIY melalui Dinas Pariwisata Kulon Progo ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kalibawang, khususnya Banjaroyo, di mana sekitar 45 persen dari pembiayaan terserap oleh UMKM konsumsi dan tenaga kerja lokal.
“Kegiatan ini juga diisi dengan simulasi penyelamatan sungai bekerja sama dengan Basarnas dan SAR Daerah,” katanya.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan festival ini sebagai agenda rutin tahunan. Dukungan penuh juga diarahkan untuk penguatan kelembagaan FAJI Kulon Progo di bawah naungan KONI guna mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY mendatang.



















