KULON PROGO – Proyek pembangunan jalur wisata dan ekonomi Plono–Nglinggo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, masih menyisakan pekerjaan fisik sepanjang 2,47 kilometer. Dari total target 3,47 kilometer, ruas jalan yang berfungsi memangkas jarak tempuh menuju kawasan Candi Borobudur ini baru terealisasi sepanjang 1 kilometer.
Guna menuntaskan sisa proyek tersebut, Badan Otorita Borobudur (BOB) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo kini menggalang dukungan lintas kementerian untuk pengalokasian anggaran pusat.
Plt Direktur Utama BOB, Yusuf Hartanto, menegaskan penyelesaian akses jalan ini sangat krusial untuk mendongkrak potensi wisata di kawasan Nglinggo Barat hingga Nglinggo Timur.
Artikel Terkait
“Apabila akses itu sudah terbangun dengan baik, pasti pariwisata di Kabupaten Kulon Progo akan lebih maju. Efek positifnya bagi masyarakat, perekonomian tentu akan lebih menarik,” kata Yusuf.
Sinergi intensif saat ini tengah dijalankan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pariwisata, Bappenas, dan Kementerian Keuangan demi kelancaran penyelesaian ruas Pasar Plono tersebut.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menambahkan bahwa percepatan ini membawa efek berganda bagi warga lokal. Selain mendekatkan akses wisatawan dari Borobudur ke Samigaluh, jalur ini menjadi urat nadi distribusi hasil bumi warga menuju pasar.
“Langkah konkret sudah dilakukan, dari pengajuan anggaran hingga bahan dukungan bersama BOB. Harapan kita segera berkolaborasi, bukan hanya angan-angan, demi mewujudkan akses terbaik bagi masyarakat,” tegas Ambar.



















