KULON PROGO – Pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Padukuhan Jatingarang Lor dan Bejaten di Kalurahan Jatisarono, Nanggulan, dimulai Selasa (31/3/2026). Jembatan gantung ini ditarget selesai dibangun dalam wkatu 30 hari.
Jembatan ini merupakan bagian dari proyek masif pemerintah pusat yang menyasar 34 titik di seluruh Kabupaten Kulon Progo. Pembangunan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama proyek ini adalah mempercepat konektivitas wilayah pedesaan melalui infrastruktur yang efisien.
“Pembangunan ini sepenuhnya dukungan pemerintah pusat. Kami targetkan pengerjaan rampung dalam waktu satu bulan,” kata Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma.
Artikel Terkait
Jembatan ini sangat dinantikan warga sejak tahun 2015. Selama ini, masyarakat di dua padukuhan tersebut harus memutar sejauh 1,5 kilometer hanya untuk mencapai lahan pertanian atau pasar yang berada di seberang sungai.
Lurah Jatisarono, Arif Budi Santoso, menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama tertundanya proyek ini selama hampir 11 tahun.
“Dukungan TNI ini sangat krusial. Akses ke sawah dan pasar kini akan jauh lebih singkat,” jelasnya.
Jembatan gantung ini nantinya dikhususkan untuk kendaraan roda dua. Pembangunan dilakukan dengan gotong royong antara TNI, Polri, dan warga setempat.
Staf Ahli Bupati Kulon Progo, Triyanto Raharjo, menyambut baik pengerahan sumber daya pusat yang luar biasa ini. Berdasarkan data Musrenbang 2026, aspirasi masyarakat Kulon Progo memang didominasi oleh isu infrastruktur (98%).
“Membangun 34 jembatan dalam setahun adalah pencapaian luar biasa yang sulit dilakukan jika hanya mengandalkan sumber daya daerah yang terbatas. Ini adalah bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” pungkas Triyanto.



















