Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto: APBD Turun, Butuh Penyelamatan Fiskal

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat mengakibatkan penurunan anggaran pada APBD DIY. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut di 2026, sehingga butuh penyelamatan kebijakan fiskal.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan, realisasi belanja daerah tahun 2024 yang mencapai Rp5,68 triliun. Pada tahun 2025 turun 16 persen menjadi Rp4,73 triliun atau ada kurang sekitar Rp949,88 miliar.

“Karena ada penurunan maka butuh penyelamatan fiskal,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Senin (27/4/2026).

Salah satu upaya harus melakukan efisiensi anggaran belanja. Pemda DIY harus fokus pada isu-isu krusial rakyat seprti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan stimulus keuangan untuk kalurahan/kelurahan guna menekan angka stunting.

Politisi PDIP ini juga menyoroti aset Pemda DIY berupa tanah dan gedung yang belum produktif. Pemda harus mulai berpikir kreatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset.

“Masih ada aset yang belum maksimal seperti eks Hotel Mutiara dan lahan di Jalan Parangtritis yang bisa diberdayakan,” katanya.

Pemda DIY juga perlu mencontoh keberhasilan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo yang membangun tanpa membebani APBD atau Dana Keistimewaan. Pemda bisa menggandeng program CSR atau Baznas yang sukses menopang program bedah rumah rutin dan penanganan stunting.

“Pemda juga perlu bekerja sama dengan daerah lain di perbatasan untuk pembiayaan mitigasi,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Eko juga mendesak Pemerintah Pusat untuk membatalkan pemangkasan anggaran dan menghormati semangat desentralisasi. Pemda di daerah juga diharapkan tidak menaikkan pajak daerah.

“Di tengah kesulitan ini, jangan bebani rakyat dengan kenaikan pajak kendaraan atau retribusi. Sebaliknya, berikan insentif. Dan yang terpenting, APBD yang tersisa harus dikelola dengan bersih, tanpa korupsi,” pungkas Eko Suwanto.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar