Dokter UMY Bambang Edi Susyanto: Zero Dome Jadi Ancaman Penyakit Mematikan bagi Anak

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Dosen Kedokteran Anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Bambang Edi Susyanto. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Kementerian Kesehatan tahun 2025, mencatat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia belum menyentuh imunisasi dasar sama sekali. Angka fantastis ini menempatkan Indonesia di peringkat keenam dunia sebagai negara dengan jumlah anak zero-dose tertinggi.

Kondisi ini memicu alarm kewaspadaan dari para ahli kesehatan. Pasalnya, jutaan anak tersebut kini dalam kondisi rentan dan tanpa perlindungan terhadap serangan berbagai penyakit infeksi mematikan.

Dosen Kedokteran Anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Bambang Edi Susyanto mengatakan, status zero-dose bukanlah perkara sepele. Zero-dose adalah anak yang hingga usia sekitar satu tahun belum memperoleh imunisasi sesuai dengan usianya.

“Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena dapat berdampak langsung pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya Jumat (5/6/2026).

Meskipun angka 2,3 juta masih proyeksi, namun angka ini harus menjadi perhatian serius. Ini adalah bukti nyata bahwa masih banyak anak Indonesia yang butuh proteksi medis yang optimal.

Menurutnya, imunisasi bukanlah sekadar formalitas kartu kesehatan. Namun menjadi benteng pertahanan utama. Ketika benteng tersebut tidak dibangun, penyakit-penyakit berbahaya yang seharusnya sudah bisa dikendalikan siap mengintai dan mengancam jiwa anak.

Dokter Spesialis Anak UMY ini membeberkan beberapa penyakit mematikan yang berisiko tinggi menyerang anak tanpa imunisasi, seperti tuberkulosis (TB) Berat yang dapat dicegah dengan imunisasi BCG. Tanpa vaksin ini, anak berisiko mengalami komplikasi TB yang menyerang otak dan seluruh tubuh.

Selain itu ada difteri yang bisa menyumbat jalan napas, Pertusis atau batuk parah yang memicu kekurangan oksigen pada bayi, tetanus berupa Infeksi yang menyerang saraf dan menyebabkan kejang otot seluruh tubuh. Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi DPT.

“Penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit ringan. Ketika banyak anak yang terlewat imunisasinya, risikonya menjadi sangat besar karena dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Penyu Lekang Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Glagah

KULON PROGO – Petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah menemukan bangkai seekor penyu yang terdampar di kawasan Pantai ...

News

Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta Bagikan 250 Paket Sembako bagi Warga Terdampak

KULON PROGO – Perkumpulan Penambang Rakyat Yogyakarta (PPRY) menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan sekitar 250 paket sembako kepada warga ...

News

Musda Golkar Gunungkidul ‘Mangkrak’, Ratusan Kader Kumpul Desak Jalankan AD/ART

GUNUNGKIDUL – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul kian memanas. Ratusan kader dan relawan dari berbagi kapanewon mendadak berkumpul menggelar ...

Ekbis

Disokong Sektor Pertanian dan Infrastruktur, Ekonomi Kulon Progo Melesat 5,4 Persen

KULON PROGO – Sektor pertanian dan percepatan infrastruktur menjadi motor utama melesatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo hingga menyentuh angka ...

News

Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Kulon Progo Kobarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di ...

Olahraga

Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo, Manunggal Run 2026 Diikuti 2.730 Peserta

KULON PROGO – Sebanyak 2.730 pelari dari berbagai kalangan usia memadati jalanan Kabupaten Kulon Progo dalam ajang lomba lari Manunggal ...

Tinggalkan komentar