KULON PROGO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat fondasi moderasi beragama melalui kunjungan lintas iman. Kali ini, para penyuluh agama menyambangi Jendralat Suster SJMJ di Sentolo untuk mendalami pola hidup komunitas religius Katolik dan sinkronisasinya dengan masyarakat sekitar, Selasa (5/5/2026).
Penyelenggara Katolik Kankemenag Kulon Progo, Yohanes Setiyanto, mengatakan, kehidupan para suster adalah teladan pelayanan. Meski hidup dalam aturan komunitas yang ketat, mereka tetap menyatu dengan masyarakat majemuk.
“Susteran SJMJ Sentolo bukan tempat biasa, ini adalah Jendralat, pusat pimpinan kongregasi yang menaungi 230 suster di berbagai belahan dunia,” kata Sr Theresia, Dewan Pimpinan SJMJ.
Artikel Terkait
Menurutnya, kunci bertahannya komunitas adalah kemampuan menurunkan ego dan saling memaafkan. Rutinitas doa lima kali sehari (Doa Ofisi) dan meditasi menjadi pilar utama. Sedangkan pelayanan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga panti wreda yang tersebar secara internasional.
Penyuluh Agama Hindu, Wusono, mengaku terharu dengan keakraban yang tercipta.
“Walaupun latar belakang kami berbeda, perjumpaan ini melahirkan persaudaraan yang begitu erat. Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan,” ungkapnya.



















