YOGYAKARTA – Partai Ummat secara mencanangkan target menang dalam Pemilu 2029. Ambisi tersebut digaungkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar meriah di Hotel Rich, Sleman, pada 2–3 Mei 2026.
Mengusung tema “Silaturahim Akbar, Milad Ke-5, dan Konsolidasi Menuju Kemenangan Pemilu 2029”, Munas ini dihadiri oleh ribuan kader dan pengurus partai dari ujung Aceh hingga Papua.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa legitimasi partai kini sudah mutlak setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum.
Artikel Terkait
“Ini menegaskan bahwa tidak ada lagi dualisme di tubuh partai. Seluruh energi kami sekarang bisa fokus sepenuhnya untuk pemenangan Pemilu 2029,” ujar Taufik.
Partai Ummat tidak hanya mengandalkan pergerakan konvensional. Mereka siap menyelaraskan nilai perjuangan dengan teknologi mutakhir. Salah satu langkah revolusionernya adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kerja-kerja politik dalam memenangkan pemilu secara konstitusional.
Ketua Umum DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menyerukan pentingnya reformasi total demi mewujudkan Indonesia baru yang adil. Ridho memetakan tiga pilar utama yang wajib diperbaiki secara nasional. Reformasi Ekonomi dengan menata kembali redistribusi kesejahteraan agar tidak hanya berputar di kalangan kelompok kaya.
Sedangkan reformasi politik dengan menjamin kebebasan berpendapat, kebebasan pers, dan membebaskan rakyat dari rasa takut. Reformasi Hukum dengan memastikan hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu terhadap setiap warga negara.
Untuk internal partai, Ridho menekankan pentingnya moralitas dan kemandirian. “Secara internal, kami memperkuat moralitas individu berlandaskan Islam rahmatan lil alamin, meneguhkan kemandirian ekonomi, serta mengokohkan struktur organisasi. Jangan takut dengan rekayasa manusia, karena rekayasa Allah jauh lebih dahsyat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, HM Amien Rais, menyoroti kondisi demokrasi Indonesia saat ini yang dinilainya mengalami kemerosotan. Ia menyindir kecenderungan penguasa yang dinilai terlalu banyak “omon-omon” (berbicara saja) dan berangan-angan.
“Demokrasi harus lebih mantap dan ekonomi lebih berdaya,” cetus Amien.
Meski melontarkan kritik tajam, Amien mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis menatap visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, setelah melewati berbagai fase demokrasi, mulai dari parlementer, terpimpin, hingga Pancasila, tugas besar yang menanti adalah membawa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia pada tahun 2045 mendatang.



















