KULON PROGO – Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyebut, di tengah gempuran teknologi dan ketidakpastian global, Pancasila dinilai bukan lagi sekadar teks hafalan. Pancasila telah menjadi jangkar moral, sekaligus instrumen diplomasi yang krusial bagi dunia.
“Momentum hari Lahir Pancasila pada 1 Juni jangan sampai terjebak dalam seremoni tahunan belaka,” kata dia.
Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia’. Tema ini mengingatkan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Agung menyoroti bagaimana Indonesia, dengan ribuan pulau dan ratusan suku bangsa, tetap mampu berdiri kokoh saat banyak negara lain terancam pecah akibat perbedaan. Pancasila terbukti menjadi perekat yang tangguh.
Ada tiga poin penting yang disoroti Bupati terkait relevansi Pancasila di era modern; Benteng dari Ketidakpastian Global: Pancasila menjadi kompas di tengah dunia yang diwarnai ancaman fragmentasi (perpecahan); Jangkar Moral Digital: Menjadi penyaring bagi masyarakat di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi; Modal Politik Luar Negeri: Prinsip musyawarah dan mufakat menjadi ruh dari politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif.
“Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar di panggung geopolitik internasional. Nilai-nilai Pancasila, khususnya musyawarah, kini sangat dibutuhkan dunia untuk meredam berbagai konflik global yang kian memanas,” katanya.
Agung menambahkan, nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa ini adalah instrumen diplomasi yang sangat kuat untuk menjembatani perbedaan antarbangsa.



















