Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi tawuran dan kenakalan remaja yang kerap rawan terjadi menjelang masa liburan sekolah. Bupati turun ke sekolah untuk membentengi pelajar agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
“Jangan sampai harapan besar orang tua rusak hanya karena terpengaruh ajakan negatif, provokasi di media sosial, atau tindakan kekerasan (tawuran) yang tidak memberikan manfaat apa pun. Tawuran tidak akan menyelesaikan masalah, justru merusak masa depan,” kata Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, saat memimpin apel di SMK Negeri 2 Pengasih, Senin (15/6/2026).
Menurut Agung, orang tua telah berjuang keras menyekolahkan anak-anak mereka dengan harapan besar agar kelak sukses. Oleh karena itu, menjauhi aksi kekerasan jalanan dan fokus pada cita-cita adalah cara terbaik menghargai keringat orang tua.
Artikel Terkait
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, mengungkapkan bahwa pembinaan intensif ini langsung menyasar titik-titik krusial di tingkat pendidikan menengah.
“Hari ini kami bergerak menyasar empat sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat. Ini adalah langkah preventif konkret menghadapi maraknya kasus kenakalan pelajar di berbagai daerah,” jelas Pratiwi.
Plt Kepala SMK Negeri 2 Pengasih, Yulianto, menyatakan bahwa pihak sekolah tidak akan melonggarkan pengawasan meski menjelang libur semester. Langkah edukasi akan dioptimalkan melalui peran berlapis di internal sekolah.
“Pendampingan akan kami perketat melalui wali kelas dan guru BK (Bimbingan Konseling). Kami juga melibatkan nara sumber eksternal dari aparat keamanan untuk memperkuat kesadaran siswa,” kata Yulianto.
Melalui sinergi ketat antara pemerintah, aparat, sekolah, dan orang tua, diharapkan ruang gerak untuk aksi tawuran di Kulon Progo dapat ditekan habis, sehingga masa liburan sekolah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif.



















